- Ramadan Bambang, pengemudi ojek online di Kota Solo, kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi karena penurunan pendapatan harian sejak 2016.
- Bambang terpaksa bekerja tambahan di kedai kopi malam hari untuk menghidupi keluarga akibat pendapatan ojek yang merosot.
- Mantan karyawan PT Sritex yang terkena PHK massal kini berjuang bertahan hidup dengan beralih profesi menjadi peternak kecil.
SuaraSurakarta.id - Kondisi perekonomian di Indonesia saat ini sangat berdampak bagi masyarakat.
Mereka harus bisa memutar otak untuk bisa bertahan hidup di tengan kondisi perekonomian saat ini.
Ini yang dialami oleh seorang driver ojek online (ojol), Ramadan Bambang Wijanarko (52). Bambang, harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya, istri dan tiga anak.
Penghasilan yang diterima tidak seperti dulu lagi. Jika dulu satu hari bisa dapat Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, sekarang dapat Rp50.000 saja sangat sulit.
"Kalau menyikapi sekarang tidak ada perubahan. Untuk bergantung di aplikasi tidak bisa," ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya sejak ojek online masuk di Kota Solo pada 2016 lalu, driver ojol merasakan manisnya itu hanya satu tahun. Setelah itu mengawali kebijakan dari aplikator yang sangat merugikan.
"Saya jadi driver ojol dari awal ada di Solo tahun 2016 sampai sekarang. Sangat sulit sekarang, apalagi apa-apa naik harganya," kata dia.
Bambang mengatakan dulu untuk mendapatkan bonus Rp100 ribu, harus mengumpulkan enam orderan. Sekali orderan untuk Goride itu Rp15.000, Gofood satu orderan Rp20.000.
Tapi untuk mencapai enam orderan itu susah mengingat ojol baru di Kota Solo, biasanya para driver mengharapkan di weekend.
Baca Juga: Keraton Solo Kembali Memanas, Aksi Penggembokan Pintu Masuk Kembali Terjadi
"Setalah itu berjalan mulailah bonus itu dikurangi, dari Rp 100 ribu jadi Rp 90 ribu terus Rp 80 ribu dan Rp 60 ribu. Terus lama-lama hilang sama sekali," ungkapnya.
Bambang mengaku kalau dulu bisa dikatakan dalam satu hari dapat Rp 200 ribu-Rp 300 ribu. Itu mulai berangkat setelah subuh sampai pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 WIB, itu dengan catatan masih ada bonus
"Nah, sekarang untuk mendapatkan Rp50 ribu saja sangat sulit. Itu karena driver bertambah banyak, kompetitor juga banyak sampai kebijakan dari aplikasi yang tidak menjalankan peraturan pemerintah," terang dia.
Dengan kondisi saat ini, Bambang pun harus ekstra bekerja. Jika biasanya keluar pagi sampai sore, tapi sekarang malam juga keluar.
"Sekarang saya keluar jam 7 sampai jam 5 sore, istirahat sebentar dan jam 7.30 malam keluar lagi, itu sampai jam 10 atau jam 11 malam. Sekarang malam dalam satu minggu dapat orderan sehari bisa satu atau dua, hari berikutnya kadang nggak dapat," paparnya.
Ia pun harus berputar otak untuk penghasilan buat keluarga, karena kalau hanya mengandalkan dari ojol tidak bisa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gara-Gara Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Diperingatkan Gerindra
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
Lebih dari Sekadar Lari: Soeharso Inclusive Run 2026 Rayakan Keberagaman dan Kesehatan
-
Sespri Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo