- Program Makan Bergizi Gratis gagasan Presiden Prabowo Subianto telah diimplementasikan bagi santri di Pondok Pesantren Al Mubarok, Karanganyar.
- Penyediaan asupan bergizi membantu santri meningkatkan konsentrasi belajar serta meringankan tantangan manajemen pangan di lingkungan pondok pesantren tersebut.
- Variasi menu makanan dalam program ini memberikan antusiasme baru serta inspirasi bagi santri untuk meningkatkan kualitas pola konsumsi.
SuaraSurakarta.id - Suasana siang di Pondok Pesantren Al Mubarok, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, terasa berbeda dan lebih ceria.
Di sela aktivitas belajar dan ibadah yang padat, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa warna baru dan semangat positif bagi ratusan santri yang menimba ilmu di sana.
Inisiatif pemerintah ini tak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan psikologis para penghuni pesantren.
Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini kini mulai dirasakan dampaknya secara nyata oleh para penghuni pesantren.
Bagi mereka, MBG bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, melainkan juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah yang langsung menyentuh kehidupan mereka.
Di lingkungan pesantren, di mana manajemen makanan seringkali menjadi tantangan, adanya program ini sangat membantu meringankan beban dan memastikan santri mendapatkan asupan yang layak.
Ramadika, salah satu santri yang sudah delapan tahun menimba ilmu di Pesantren Al Mubarok, menggambarkan dengan lugas bagaimana program ini menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan santri.
Sebagai seorang santri senior, ia telah merasakan langsung bagaimana kondisi makanan bisa memengaruhi konsentrasi belajar dan semangat beribadah.
Dengan adanya makanan bergizi yang terjamin, para santri bisa lebih fokus dalam menghafal Al-Qur'an, mendalami ilmu agama, dan mengikuti pelajaran umum lainnya.
Baca Juga: Kisah UD Syafina: Berdayakan Warga Lokal dan Peternak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
Ia melihat, di tengah keterbatasan yang kerap menjadi bagian dari keseharian di pesantren, kehadiran MBG terasa begitu berarti. Ia pun mengaku bersyukur karena program ini mampu menjawab kebutuhan.
“Dari kami yang ada di pondok pesantren, dengan adanya MBG dari pemerintah itu sangat-sangat bersyukur, karena dari segi kebutuhan pondok pesantren memang kami sangat membutuhkan MBG,” ujar Ramadika, kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Lebih dari sekadar bantuan, Ramadika menilai MBG mencerminkan adanya upaya pemerataan dari pemerintah. Ia melihat bahwa santri akhirnya mendapatkan perhatian yang setara dengan pelajar di sekolah umum.
Dari sisi pengalaman sehari-hari, ia juga merasakan perubahan kecil namun berdampak besar. Variasi menu yang dihadirkan setiap hari, menurutnya, bukan hanya membuat kebutuhan makan terpenuhi, tetapi juga menghadirkan rasa antusiasme yang baru di kalangan santri.
“Menu yang di MBG itu setiap harinya berbeda-beda. Justru dengan beda-bedanya menu setiap hari itu membuat kita penerima MBG itu merasa penasaran dengan menu-menu berikutnya,” ungkapnya.
Cerita serupa datang dari para santriwati yang juga merasakan manfaat langsung dari program ini. Mereka menggambarkan kebahagiaan sederhana yang muncul dari hadirnya menu-menu baru yang tidak monoton, sesuatu yang sebelumnya jarang mereka rasakan.
Berita Terkait
-
Kisah UD Syafina: Berdayakan Warga Lokal dan Peternak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
-
Berkah MBG! Pedagang Jeruk Pasar Gede Solo Raup Cuan, Penjualan 7 Ton Sehari
-
Pedagang Melon di Pasar Gede Solo Rasakan Peningkatan Ekonomi Sejak Ada MBG
-
Omzet Pedagang Jeruk di Solo Naik Signifikan Berkat Program MBG
-
Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Lebih Mudah Salurkan Panen Sayuran
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026