- UD Syafina di Karanganyar berperan memasok daging ayam untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis sejak April 2026.
- Program ini meningkatkan total produksi daging ayam UD Syafina sebanyak 300 kilogram per hari dari pasokan peternak lokal.
- Lonjakan permintaan mendorong UD Syafina menambah jumlah pekerja guna menjaga kelancaran operasional dan meningkatkan ekonomi warga desa setempat.
SuaraSurakarta.id - Denyut ekonomi lokal terasa semakin kencang di Desa Klodran, Kabupaten Karanganyar. Di tempat pemotongan ayam UD Syafina, suasana sibuk terlihat jelas.
Sejumlah pekerja tampak membersihkan ratusan ekor ayam yang telah disembelih, sementara lainnya cekatan memotong ayam menjadi beberapa bagian dan menimbangnya.
Aktivitas ini bukan hanya rutinitas biasa, melainkan cerminan dari peran krusial UMKM lokal dalam mendukung program strategis nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
UD Syafina bukanlah pemain baru dalam industri daging ayam di Karanganyar. Usaha ini telah berdiri kokoh selama dua dekade, membangun reputasi sebagai salah satu pemasok utama daging ayam di wilayah tersebut.
Sehari-hari, aktivitas di tempat pemotongan ayam ini memang tak pernah sepi, membuktikan kepercayaan pasar dan konsistensi kualitas yang mereka jaga.
UD Syafina pun kebanjiran pesanan. Dalam sehari, usaha ini bahkan mampu menambah produksi hingga 300 kilogram (kg) daging. Bagi usaha pemotongan ayam skala kecil seperti UD Syafina, tambahan tersebut bukanlah angka yang kecil.
Meski pesanan meningkat signifikan, UD Syafina tetap memastikan kualitas daging ayam yang dipotong. Johan mengatakan bahwa seluruh proses pemotongan dilakukan sesuai syariat Islam.
Bahkan, UD Syafina menjadikan ketaatan salat lima waktu sebagai kriteria utama dalam memilih penyembelih.
"Biasanya, ayam yang kita potong per hari mencapai 2 ton. Tapi, sejak ada program MBG, pemotongan kami meningkat sekitar 300 kg. Jadi totalnya, produksi kami sehari 2,3 ton," ujar pemilik UD Syafina Johan Ferdian, kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga: Berkah MBG! Pedagang Jeruk Pasar Gede Solo Raup Cuan, Penjualan 7 Ton Sehari
Ia mengatakan, kehadiran program MBG tak hanya menguntungkan usahanya semata, namun juga bagi peternak ayam di wilayah setempat. Untuk memenuhi lonjakan produksi tersebut, Johan mengatakan bahwa usahanya mengandalkan pasokan ayam dari peternak di Karanganyar, Wonogiri, dan Boyolali.
Selain itu, program MBG disebutnya juga berdampak pada perekonomian warga di desanya. Sebab, semenjak ada pesanan dari dapur MBG, Johan pun merekrut dua pekerja tambahan untuk menjaga kelancaran operasional.
“Alhamdulillah, sejak adanya MBG, ada peningkatan karyawan dua orang. Karena kita harus running lebih banyak lagi, pemotongan lebih banyak lagi, effort juga lebih banyak, dan waktu yang kita setel untuk pengiriman harus lebih cepat,” imbuh dia.
Oleh karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas inisiasi program MBG yang menurutnya telah memberikan dampak langsung bagi perkembangan bisnis UMKM.
Ia kemudian menyampaikan harapan bahwa program MBG bisa terus berlanjut dan ia pun bisa menyalurkan daging ayam segar ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lainnya demi meningkatkan penjualan dan pendapatan.
"Terima kasih (kepada Presiden Prabowo) kita sampaikan dari UMKM, terutama pemotongan ayam, atas MBG yang dilaksanakan. Dan semoga Bapak Prabowo sehat selalu, dimudahkan untuk memberikan pekerjaan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Berkah MBG! Pedagang Jeruk Pasar Gede Solo Raup Cuan, Penjualan 7 Ton Sehari
-
Pedagang Melon di Pasar Gede Solo Rasakan Peningkatan Ekonomi Sejak Ada MBG
-
Omzet Pedagang Jeruk di Solo Naik Signifikan Berkat Program MBG
-
Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Lebih Mudah Salurkan Panen Sayuran
-
Usai Terkena PHK, Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Ini Temukan Harapan Baru di Dapur MBG
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa
-
Investasi Berkelanjutan Makin Kokoh, DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026