Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 03 April 2026 | 13:44 WIB
Kelompok Tani Wanita (KWT) Sumber Lestari di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kelompok Tani Wanita Sumber Lestari di Desa Klodran memasok berbagai jenis sayuran segar untuk program Makan Bergizi Gratis.
  • KWT Sumber Lestari menyuplai kebutuhan dapur gizi secara rutin setiap dua minggu dengan volume sekitar 50 kilogram.
  • Kehadiran program Makan Bergizi Gratis berdampak positif bagi petani lokal karena mempermudah penyerapan hasil panen sayuran mereka.

SuaraSurakarta.id - Kelompok Tani Wanita (KWT) Sumber Lestari di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bersyukur dengan keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG membuat panen sayuran yang mereka budi dayakan mudah terserap.

“Tinggal calling-calling saja, nanti saya siapkan untuk sayur-sayurnya. Kita tinggal konfirmasi kapan kita panen, kapan kita bisa mengirimnya,” kata Ketua KWT Sumber Lestari, Sri Utami, Jumat (3/4/2026).

KWT Sumber Lestari membudidayakan sejumlah sayuran, yakni selada, pokcoy, sawi, tomat, jahe, kangkung, kacang panjang, dan gambas. Sayur-mayur itu sebagian besar diserap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Biasanya, dapur MBG memesan sampai 100 kilogram sayur. Namun, karena keterbatasan anggota dan lahan, KWT Sumber Lestari baru mampu memenuhi atau memasok setengahnya.

Sri mencontohkan saat dapur MBG membutuhkan pasokan selada sebanyak 100 kilogram, KWT ini baru bisa memenuhi sebanyak 50 kilogram.

Untuk panen sayuran, KWT Sumber Lestari rata-rata membutuhkan waktu dua minggu. Harga yang ditetapkan cukup tinggi, yakni untuk satu kilogram selada dihargai Rp20 ribu.

“Jadi ada dua minggu sekali baru kita panen. Satu greenhouse ini sekitar l50 kilogram,” kata Sri.

KWT Sumber Lestari berdiri sejak 25 Februari 2025. KWT ini memberdayakan perempuan di empat rukun warga di Desa Klodran. Anggotanya saat ini sebanyak 18 perempuan.

Untuk pengiriman, para perempuan ini terkadang mengantarkan sendiri pesanan dari dapur MBG.

Baca Juga: Kisah Rohmat: Penyandang Disabilitas yang Menemukan Harapan Baru di Dapur Makan Bergizi Gratis

“Ya, kalau pas waktu panen itu ngikut ngantar biasanya. Ikut ngantar ke SPPG-nya. Bersama-sama diangkut pakai motor,” kata Sri.

Load More