- Kelompok Tani Wanita Sumber Lestari di Desa Klodran memasok berbagai jenis sayuran segar untuk program Makan Bergizi Gratis.
- KWT Sumber Lestari menyuplai kebutuhan dapur gizi secara rutin setiap dua minggu dengan volume sekitar 50 kilogram.
- Kehadiran program Makan Bergizi Gratis berdampak positif bagi petani lokal karena mempermudah penyerapan hasil panen sayuran mereka.
SuaraSurakarta.id - Kelompok Tani Wanita (KWT) Sumber Lestari di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bersyukur dengan keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG membuat panen sayuran yang mereka budi dayakan mudah terserap.
“Tinggal calling-calling saja, nanti saya siapkan untuk sayur-sayurnya. Kita tinggal konfirmasi kapan kita panen, kapan kita bisa mengirimnya,” kata Ketua KWT Sumber Lestari, Sri Utami, Jumat (3/4/2026).
KWT Sumber Lestari membudidayakan sejumlah sayuran, yakni selada, pokcoy, sawi, tomat, jahe, kangkung, kacang panjang, dan gambas. Sayur-mayur itu sebagian besar diserap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Biasanya, dapur MBG memesan sampai 100 kilogram sayur. Namun, karena keterbatasan anggota dan lahan, KWT Sumber Lestari baru mampu memenuhi atau memasok setengahnya.
Sri mencontohkan saat dapur MBG membutuhkan pasokan selada sebanyak 100 kilogram, KWT ini baru bisa memenuhi sebanyak 50 kilogram.
Untuk panen sayuran, KWT Sumber Lestari rata-rata membutuhkan waktu dua minggu. Harga yang ditetapkan cukup tinggi, yakni untuk satu kilogram selada dihargai Rp20 ribu.
“Jadi ada dua minggu sekali baru kita panen. Satu greenhouse ini sekitar l50 kilogram,” kata Sri.
KWT Sumber Lestari berdiri sejak 25 Februari 2025. KWT ini memberdayakan perempuan di empat rukun warga di Desa Klodran. Anggotanya saat ini sebanyak 18 perempuan.
Untuk pengiriman, para perempuan ini terkadang mengantarkan sendiri pesanan dari dapur MBG.
Baca Juga: Kisah Rohmat: Penyandang Disabilitas yang Menemukan Harapan Baru di Dapur Makan Bergizi Gratis
“Ya, kalau pas waktu panen itu ngikut ngantar biasanya. Ikut ngantar ke SPPG-nya. Bersama-sama diangkut pakai motor,” kata Sri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Efek Dolar Naik, Pedagang Pasar Naikan Harga Jual hingga Daya Beli Turun
-
Solo Safari Kini Buka Hingga Malam, Ada Hutan Menyala hingga Spot Foto Menarik
-
Professional Nahdliyin Apresiasi dan Dukung Arahan Prabowo Soal Ekonomi Patriotik
-
Perbasi Solo Mulai Gelar Seleksi Pelatih dan Pemain Basket untuk Tim Popda
-
Polresta Solo Bersih-Bersih Narkoba: 43 Kasus Diungkap, 1 Kilogram Sabu Diamankan