Eko Faizin
Minggu, 05 April 2026 | 15:51 WIB
Pedagang grosir jeruk di Solo, Yanau. [Ist]
Baca 10 detik
  • Omzet pedagang jeruk di Solo mengalami kenaikan signifikan berkat program MBG.
  • Salah satu pedagang jeruk mengaku penjualan jeruknya bisa mencapai 10 kuintal sehari.
  • Dia mengaku bersyukur karena program MBG membawa manfaat bagi masyarakat luas.

SuaraSurakarta.id - Usaha perdagangan buah-buahan Yanau semakin berkembang sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Omzet pedagang jeruk di Solo ini meningkat signifikan. Penjualan jeruk Yanau dalam sehari rata-rata 6-7 kuintal sebelum adanya program MBG.

Kini penjualan jeruknya bisa mencapai 10 kuintal dalam sehari.

"(Program MBG) Berpengaruh banyak ya Mas. Sebelum MBG (penjualan) paling sekitar 6-7 kuintal (per hari). Sekarang bisa 10 kuintal (sehari)," ujar Yanau, dikutip pada Minggu (5/4/2026).

Saat ini sekitar delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjadi pelanggan Yanau.

"(Penjualan jeruk) Kebanyakan sekarang mengandalkan MBG," ucapnya.

Yanau mengaku bersyukur karena program MBG membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Tak hanya membantu anak-anak serta ibu hamil dan menyusui dalam pemenuhan gizi, program MBG juga berdampak positif pada banyak UMKM, termasuk pedagang buah seperti dirinya.

Ia pun berharap program MBG dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Terima kasih Pak Prabowo, penjualan buah jadi lebih lancar berkat program MBG," tutupnya.

Load More