- IESI mendesak Hakim dan Kejaksaan Agung menelusuri dana operasi *buzzer* dalam perkara Marcella Santoso.
- Pola narasi seragam di ruang digital mengindikasikan adanya pembiayaan terstruktur untuk membentuk opini publik.
- Dampak dari operasi ini adalah potensi tekanan non-yudisial terhadap proses peradilan dan merusak kepercayaan publik.
SuaraSurakarta.id - Indonesia Equitable Society Institute (IESI) meminta Majelis Hakim dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia menelusuri aliran dana yang diduga digunakan dalam operasi buzzer terkait perkara Marcella Santoso.
IESI menilai, pola narasi yang muncul secara masif dan seragam di ruang digital mengindikasikan adanya pembentukan opini publik yang tidak berlangsung secara alami.
Direktur Eksekutif IESI, Fathan Putra Mardela, mengatakan bahwa dinamika komunikasi publik yang mengiringi proses hukum tersebut tidak bisa dilepaskan dari dugaan pembiayaan terstruktur.
Menurutnya, setiap kali perkara memasuki fase krusial, ruang digital justru dipenuhi narasi defensif dengan framing yang relatif sama dan disebarluaskan secara serentak.
"Ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang siapa yang membiayai, bagaimana mekanismenya, dan untuk tujuan apa narasi itu diproduksi serta diamplifikasi," ujar Fathan dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Fathan menjelaskan, pola kerja buzzer yang muncul menunjukkan karakteristik yang sulit dianggap spontan.
Narasi dinilai dirumuskan lebih dahulu, dikemas dalam konten dengan sudut pandang seragam, lalu disebarkan melalui jaringan akun yang bergerak hampir bersamaan.
"Publik tidak sedang berhadapan dengan perdebatan wajar, melainkan gelombang opini yang diproduksi dan didorong secara sistematis. Dalam situasi seperti ini, masyarakat kesulitan membedakan mana opini organik dan mana yang direkayasa," katanya.
Ia menambahkan, narasi yang dibangun tidak hanya bersifat pembelaan, tetapi juga mengalihkan fokus publik dari substansi perkara.
Isu diperluas ke ranah politik nasional sehingga menciptakan kebisingan dan memecah perhatian publik dari fakta-fakta persidangan.
"Jika dugaan pembiayaan besar di balik operasi buzzer tersebut terbukti, maka perkara Marcella Santoso tidak lagi sekadar menyangkut tindak pidana individual. Penggunaan dana untuk membentuk dan mengendalikan persepsi publik dinilai dapat menjadi bentuk tekanan non-yudisial terhadap proses peradilan", tegasnya.
Menurutnya, ketika opini publik dapat diarahkan dengan kekuatan uang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi seseorang, tetapi juga kepercayaan publik terhadap putusan pengadilan dan kewibawaan hukum itu sendiri.
"Maka dengan tegas IESI mendorong agar penegak hukum menerapkan prinsip follow the money dalam menangani perkara ini", urainya.
Lanjutnya, penelusuran aliran dana dinilai penting untuk mengungkap siapa aktor pengendali di balik operasi tersebut, bagaimana mekanisme pendanaannya, serta tujuan penggunaan dana.
“Jika dana itu digunakan untuk memengaruhi persepsi publik atas perkara yang sedang berjalan, maka hal tersebut menyentuh langsung marwah peradilan dan tidak boleh diabaikan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026