- Nisfu Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026, saat umat dianjurkan amal saleh.
- Mengganti puasa Ramadhan (qadha) hukumnya wajib dan kedudukannya lebih utama daripada puasa sunnah Syaban.
- Puasa qadha sah dilaksanakan pada Nisfu Syaban; niatnya harus diutamakan daripada niat puasa sunnah Nisfu Syaban.
Pertanyaan berikutnya adalah soal niat. Apakah boleh menggabungkan niat puasa Nisfu Syaban dengan mengganti puasa Ramadhan?
Dalam pembahasan fikih, terdapat perbedaan pendapat terkait penggabungan niat ibadah wajib dan sunnah. Secara umum, para ulama sepakat bahwa ibadah wajib tidak boleh dikalahkan oleh ibadah sunnah. Karena itu, sikap yang paling aman adalah mendahulukan niat mengganti puasa Ramadhan.
Jika seseorang berniat qadha Ramadhan pada hari Nisfu Syaban, maka puasanya sah sebagai puasa wajib. Adapun pahala puasa sunnah Syaban diharapkan tetap didapat, meskipun niat utamanya adalah qadha. Sebaliknya, jika seseorang hanya berniat puasa sunnah Nisfu Syaban tanpa niat qadha, maka kewajiban mengganti puasa Ramadhan tetap belum gugur.
Apakah Puasa Nisfu Syaban Sah Jika Masih Punya Utang?
Secara hukum, puasa sunnah Nisfu Syaban tetap sah meskipun seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan. Namun, yang perlu dicatat, yang lebih utama adalah menunaikan kewajiban terlebih dahulu.
Jika qadha terus ditunda hingga akhir Syaban, dikhawatirkan akan berdekatan dengan hari syak, di mana mayoritas ulama tidak menganjurkan puasa sunnah. Karena itu, mengganti puasa Ramadhan pada hari Nisfu Syaban justru menjadi pilihan yang lebih aman dan bijak.
Bacaan Niat Puasa
Berikut niat mengganti puasa Ramadhan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Baca Juga: 115 Botol Miras dan Ganja Disita, Operasi KYRD Polresta Solo Gemparkan Akhir Pekan
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta‘ala.”
Sementara niat puasa Nisfu Syaban adalah:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma fin-nishfisy-sya‘bāni sunnata lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah Ta‘ala.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin
-
Ribuan Warga Solo Serbu Meet & Greet Harusnya Horror, Reza Arap: Senang Banget!
-
BRI dan Pegadaian Sinergikan Ekosistem Emas untuk Indonesia