- Mantan Wakapolri Oegroseno bersaksi di PN Solo pada 13 Januari 2026 terkait isu ijazah palsu Jokowi.
- Oegroseno membandingkan ijazah asli UGM tahun 1985 dengan dokumen yang beredar di medsos.
- Saksi menemukan beberapa perbedaan signifikan pada hologram, nominal materai, dan foto ijazah Jokowi.
SuaraSurakarta.id - Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno menjadi saksi fakta dalam sidang lanjutan citizen lawsuit ijazah palsu Jokowi di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (13/1/2026).
Dalam sidang tersebut penggugat membawa bukti berupa ijazah asli Fakultas Kehutanan UGM milik Bambang Sugy Harto dan buku album alumni.
Ijazah milik Bambang tersebut tertulis lulus sama dengan milik Jokowi tahun 1985. Hanya saja bulannya berbeda, ijazah Bambang bulan Mei sedangkan milik Jokowi bulan November.
Pada kesempatan tersebut, Oegroseno sempat mengecek dan membandingkan ijazah asli dengan ijazah milik Jokowi yang diposting oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama di media sosial (medsos).
Kuasa hukum penggugat, Wirawan Adnan bertanya kepada Oegroseno apakah ada perbedaan dalam ijazah tersebut usai melihat dan membandingkan.
"Saudara saksi kan sudah melihat di medsos, dua dokumen. Terus tadi dipersidangan diperlihatkan ijazah asli tahun kelulusan sama tahun 1985, ini orang yang berbeda. Sekarang sebagai ahli forensik, apa yang saudara lihat sebagai perbedaan," tanyanya.
Oegroseno menyebut ada perbedaan antara ijazah milik Bambang Sugy Harto dengan ijazah Jokowi. Bahkan Oegroseno juga menyebut, foto Jokowi di ijazah berbeda dengan aslinya saat bertemu tahun 2015 lalu.
"Jadi kalau saya lihat di sini, ini ada semacam hologram ya, hologram sebelah kiri. Kemudian materai, materai tadi saya lihat Rp 100 tuh tapi di sini Rp 500 ya, tahun sama. Kalau cap ini perlu pemeriksaan khusus," terang Oegroseno.
"Kemudian tanda tangan, tanda tangan sepintas tarikan-tarikan, jadi tanda tangan itu dilihat identik atau tidak. Itu dilihat dari beberapa titik-titik tertentu tarikannya berbeda," lanjutnya.
Baca Juga: Sidang Ijazah Jokowi Ditunda! Hakim Temukan Ketidaksesuaian Bukti Penggugat
Oegroseno soal wajah Jokowi di dalam ijazah yang diposting Dian Sandi itu sangat berbeda saat bertemu tahun 2015 lalu.
"Beda jauh. Saya pernah bertemu dan berhadapan sama Pak Jokowi tahun 2015, tapi lihat foto kok beda," ungkap dia.
"Akhirnya saya lihat foto saya waktu SD, saya cari-cari sendiri, oh ini mirip saya ni. SMP masih mirip, SMA lebih mirip lagi. Jadi tidak ada kemiripannya sama sekali foto Jokowi di ijazah sama aslinya," lanjutnya.
Oegroseno menambahkan ijazah asli yang diperlihatkan tadi dengan ijazah Jokowi yang diposting di medsos itu beda berapa bulan. "Yang bulan mudanya Rp 500, tapi yang diduga milik Pak Jokowi itu cuma Rp 100 untuk materai nya," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi
-
Tim Gabungan Polresta Solo Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Jelang Libur Panjang
-
Daya Beli Masyarakat Ambyar, Penjualan Hewan Kurban di Kota Solo Turun 20 Persen
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada