Budi Arista Romadhoni
Selasa, 06 Januari 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi kasus flare yang Membuat Laga Persis Solo tidak kondusif. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 23 suporter Persis Solo ditangkap pada 4 Januari 2026 karena menyalakan flare, petasan, dan diduga mengonsumsi miras.
  • Penyalaan dan pelemparan puluhan flare oleh suporter memaksa wasit menghentikan pertandingan Persis kontra Persita selama dua menit.
  • Polisi menyita 72 flare merah, enam *smoke*, lima pipa asap, dan enam petasan sebagai barang bukti potensi bahaya tinggi.

4. Flare Dinyalakan dan Dilempar ke Lapangan

Aksi penyalaan flare pertama kali terlihat dari tribun timur Stadion Manahan. Suporter kemudian menyalakan flare secara bersamaan dan melemparkannya ke arah lapangan. Tak lama berselang, aksi serupa diikuti oleh suporter dari tribun utara, barat, dan selatan.

Asap tebal dari flare tersebut membuat jarak pandang di lapangan menurun drastis. Wasit akhirnya menghentikan pertandingan pada menit ke-84 selama kurang lebih dua menit karena kondisi lapangan dinilai tidak aman bagi pemain.

5. Pertandingan Tetap Dilanjutkan hingga Akhir Laga

Setelah petugas keamanan bergerak cepat mengendalikan situasi, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Meski demikian, Persis Solo harus mengakhiri laga dengan kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang.

Gol-gol Persita dicetak oleh Matheus Alves pada menit ke-5 serta Aleksa Andrejic pada menit ke-14 dan 41. Sementara satu-satunya gol Persis Solo dicetak oleh Gervane Kastaneer pada menit ke-62. Kekalahan ini membuat Persis masih tertahan di posisi terbawah klasemen Super League 2025/2026 dengan raihan tujuh poin.

6. Pelatih Kedua Tim Soroti Bahaya Flare

Pelatih Persis Solo Milomir Seslija enggan mengomentari aksi suporter yang menyalakan flare di tengah pertandingan. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi tugasnya.

“Saya enggan berkomentar soal itu karena bukan pekerjaan saya,” ujar Milo dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Baca Juga: Hadapi Liga 1 Musim Depan, Jokowi Minta Persis Solo Cari Pemain Bagus

Sementara itu, pelatih Persita Tangerang Carlos Pena secara tegas menyebut aksi flare sangat berbahaya bagi pemain di lapangan. Menurutnya, keselamatan pemain seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.

7. Insiden Terjadi Saat Laga Disaksikan Jokowi

Aksi penyalaan flare tersebut terjadi saat laga Persis Solo melawan Persita Tangerang disaksikan langsung oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Kehadiran Jokowi di Stadion Manahan membuat insiden ini mendapat sorotan publik lebih luas.

Kekecewaan suporter Persis Solo disebut menjadi pemicu utama aksi tersebut. Tim kebanggaan mereka tampil kurang meyakinkan dan tertinggal tiga gol lebih dulu di babak pertama. Meski Persis sempat memperkecil ketertinggalan, hasil akhir tak berubah. Pada menit ke-80, suporter mulai menyalakan flare sebagai bentuk pelampiasan frustasi atas performa tim yang masih terpuruk di papan bawah klasemen.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More