- Sebanyak 23 suporter Persis Solo ditangkap pada 4 Januari 2026 karena menyalakan flare, petasan, dan diduga mengonsumsi miras.
- Penyalaan dan pelemparan puluhan flare oleh suporter memaksa wasit menghentikan pertandingan Persis kontra Persita selama dua menit.
- Polisi menyita 72 flare merah, enam *smoke*, lima pipa asap, dan enam petasan sebagai barang bukti potensi bahaya tinggi.
4. Flare Dinyalakan dan Dilempar ke Lapangan
Aksi penyalaan flare pertama kali terlihat dari tribun timur Stadion Manahan. Suporter kemudian menyalakan flare secara bersamaan dan melemparkannya ke arah lapangan. Tak lama berselang, aksi serupa diikuti oleh suporter dari tribun utara, barat, dan selatan.
Asap tebal dari flare tersebut membuat jarak pandang di lapangan menurun drastis. Wasit akhirnya menghentikan pertandingan pada menit ke-84 selama kurang lebih dua menit karena kondisi lapangan dinilai tidak aman bagi pemain.
5. Pertandingan Tetap Dilanjutkan hingga Akhir Laga
Setelah petugas keamanan bergerak cepat mengendalikan situasi, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Meski demikian, Persis Solo harus mengakhiri laga dengan kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang.
Gol-gol Persita dicetak oleh Matheus Alves pada menit ke-5 serta Aleksa Andrejic pada menit ke-14 dan 41. Sementara satu-satunya gol Persis Solo dicetak oleh Gervane Kastaneer pada menit ke-62. Kekalahan ini membuat Persis masih tertahan di posisi terbawah klasemen Super League 2025/2026 dengan raihan tujuh poin.
6. Pelatih Kedua Tim Soroti Bahaya Flare
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija enggan mengomentari aksi suporter yang menyalakan flare di tengah pertandingan. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi tugasnya.
“Saya enggan berkomentar soal itu karena bukan pekerjaan saya,” ujar Milo dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Baca Juga: Hadapi Liga 1 Musim Depan, Jokowi Minta Persis Solo Cari Pemain Bagus
Sementara itu, pelatih Persita Tangerang Carlos Pena secara tegas menyebut aksi flare sangat berbahaya bagi pemain di lapangan. Menurutnya, keselamatan pemain seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.
7. Insiden Terjadi Saat Laga Disaksikan Jokowi
Aksi penyalaan flare tersebut terjadi saat laga Persis Solo melawan Persita Tangerang disaksikan langsung oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Kehadiran Jokowi di Stadion Manahan membuat insiden ini mendapat sorotan publik lebih luas.
Kekecewaan suporter Persis Solo disebut menjadi pemicu utama aksi tersebut. Tim kebanggaan mereka tampil kurang meyakinkan dan tertinggal tiga gol lebih dulu di babak pertama. Meski Persis sempat memperkecil ketertinggalan, hasil akhir tak berubah. Pada menit ke-80, suporter mulai menyalakan flare sebagai bentuk pelampiasan frustasi atas performa tim yang masih terpuruk di papan bawah klasemen.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Kaesang Sesumbar Jadikan Jateng Kandang Gajah: PSI Menang Mutlak di Pemilu 2029!
-
Mengejutkan! Hasan Nasbi Temui Jokowi di Rumah Pribadi, Apa Obrolan Rahasia Selama Satu Jam?
-
Izin Pembangunan Bukit Doa Dicabut Bupati Karanganyar, LBH GP Ansor Bakal Gugat ke PTUN
-
Solo akan Berlakukan Jam Wajib Belajar, Respati Ardi Minta Orang Tua Ikut Mengawasi
-
Kembalikan Kerugian Negara Triliunan Rupiah, Ketua Komjak RI Apresiasi Kejaksaan Agung