- Rasino, guru difabel tuna netra Solo, mengajar pedalangan dan karawitan di SMKN 8 sejak 2017, kini berstatus PPPK.
- Ia mengajar dengan memanfaatkan media file digital karena keterbatasan penglihatan, tanpa menggunakan papan tulis konvensional.
- Rasino menjadi satu-satunya guru tuna netra di SMKN 8 Solo dan membimbing siswa inklusi, termasuk empat siswa tuna netra.
SuaraSurakarta.id - Rasino (50), merupakan satu-satunya guru difabel tuna netra di Kota Solo yang mengajar di SMKN 8.
Di SMKN 8 Solo, Rasino mengajar dua kompetensi keahlian atau jurusan, yakni pedalangan dan karawitan.
Meski memiliki keterbatasan fisik dengan tidak bisa melihat sejak lahir, tidak menyurutkan Rasino untuk bisa belajar dan mengajar.
"Saya di SMKN 8 mengajar dua kompetensi keahlian atau jurusan pedangan dan jurusan karawitan," ujarnya saat ditemui di SMKN 8 Solo, Selasa (25/11/2025).
Mengajar di SMKN 8 Solo, sudah sejak 2017 lalu sebagai GTT sampai 2025. Tapi sekarang per 1 Oktober 2025, Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah turun.
"SK saya pertama itu 2017 sebagai GTT. Sekarang alhamdulillah, per 1 Oktober 2025, SK PPPK saya sudah turun. Sebelumnya pernah mengajar tapi freelance," kata alumni ISI Solo jurusan Pedalangan ini.
Rasino mengaku merasa tersanjung dan bahagia sekali karena bisa mengajar meski punya keterbatasan fisik. Dari dulu memang tidak memiliki cita-cita sebagai guru, jadi guru hanya mengalir saja.
"Saya dulu nggak pernah bercita-cita menjadi guru. Mengalir saja gitu lah, tapi setelah dijalani ternyata ada kebanggaan tersendiri manakala melihat anak yang kita didik berhasil dan justru suatu kepuasan tersendiri ketika anak yang kita ajar kemampuannya melebihi saya dan itu sangat luar biasa," ungkapnya.
Rasino mengajar di SMKN 8 Solo ini tidak mendaftar tapi diminta pihak sekolah. Sebelum di SMKN 8 mengajar di SLB, awalnya diminta untuk jadi pengiring di jurusan pedalangan tapi kemudian diangkat jadi guru.
Baca Juga: Bejat, Guru Ngaji di Sragen Cabuli Anak di Bawah Umur, Korban Mantan Murid Ngajinya
"Saya diminta mengajar di sini awalnya ditugasi menjadi pengiring di jurusan pedalangan sambil membantu ngajar. Kemudian berjalannya waktu diangkat sebagai guru, karena di sini juga menerima murid inklusi tuna netra juga lalu saya dipasrahi untuk menjadi pembimbing inklusi khusus tuna netra yang ngambil jurusan karawitan," papar dia.
"Siswa inklusi di sini ada 10-11 anak. Kalau yang tuna netra ada 4 siswa, di jurusan karawitan dua siswa, dan jurusan musik ada 2 siswa," ucapnya.
Rasino memiliki metode pengajaran sendiri untuk mengajar anak-anak, yang jelas itu tidak pakai papan tulis. Tapi pakai media atau pakai file.
"Misalnya modul ajar, materi A itu saya format dalam bentuk file kemudian saya bagikan ke anak-anak. Jadi sekaligus saya memanfaatkan teknologi sesuai perkembangan yang ada," ungkap guru kelahiran Kebumen 17 Juli 1975 ini.
Untuk pembuatan materi, lanjut dia, buat sendiri atau mengambil buku pegangan guru yang sudah bentuk file. Terus di copi paste lalu ditambahi dan edit sana sini lalu dibagikan ke anak-anak.
"Itu buat materi sendiri, kalau sudah mentok saya minta bantuan teman, itu seperti yang ada kaitannya dengan visual," sambung dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bikin Nafsu Makan Meningkat, Menu Variatif Makan Bergizi Gratis Jadi Primadona Santri Karanganyar
-
Kisah UD Syafina: Berdayakan Warga Lokal dan Peternak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
-
Sabar Menanti 20 Tahun, Mimpi Warga Boyolali Punya Jembatan Permanen Akhirnya Terwujud
-
Warga Solo Makin Punya Banyak Pilihan Layanan Kesehatan Berkualitas
-
Berkah MBG! Pedagang Jeruk Pasar Gede Solo Raup Cuan, Penjualan 7 Ton Sehari