- KGPH Hangabehi membantah pertemuan dengan Wapres Gibran membahas suksesi takhta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
- Pertemuan tersebut, menurut Hangabehi, hanya membahas fasilitasi pemerintah terkait kebutuhan keluarga besar keraton pasca wafatnya PB XIII.
- Hangabehi menampik tudingan pengkhianat karena merasa disingkirkan dari proses penetapan PB XIV tanpa diajak bermusyawarah keluarga.
SuaraSurakarta.id - Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut terseret dalam pusaran dualisme takhta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Di tengah klaim yang saling bersahutan, KGPH Hangabehi, yang dinobatkan sebagai PB XIV oleh Lembaga Dewan Adat (LDA), akhirnya angkat bicara untuk meluruskan narasi, terutama mengenai pertemuan krusial dengan Gibran yang seolah menjadi legitimasi bagi kubu seberang.
Hangabehi secara tegas membantah bahwa pertemuan di 'kamar nyonyah' bersama Gibran, Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi, dan Wali Kota Solo Respati Ardi, adalah forum untuk menyepakati suksesi takhta.
Menurutnya, agenda pertemuan itu jauh dari urusan restu-merestui calon raja.
"Beliau (wapres) menyampaikan bahwasanya apa yang dibutuhkan dari keluarga besar keraton yang bisa diberikan pemerintah untuk dibantu dalam hal ini," kata Hangabehi di Solo, Jumat (14/11/2025).
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah saat itu murni untuk menawarkan fasilitasi di tengah masa duka.
"Kemudian kita menjawab mungkin keamanan selama proses pemakaman sampai ke Imogiri berjalan lancar dan sebagainya," ujarnya.
Pernyataan ini seolah menjadi bantahan telak terhadap klaim bahwa Gibran telah mengetahui atau bahkan merestui penunjukan KGPH Purboyo sebagai PB XIV.
Hangabehi menekankan, tidak ada pembahasan spesifik apalagi kesepakatan soal takhta dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Rencana Jumenengan PB XIV, Maha Menteri KGPA Tedjowulan Justru Kaget: Belum Pernah Koordinasi!
"Itu saja, makanya saya kemudian menunggu untuk diajak berbicara, diajak rembug keluarga. Tapi sampai detik ini tidak ada rembugan. Tidak ada agenda, pembahasan, atau kesepakatan mengenai penetapan PB XIV dalam pertemuan tersebut," lanjut dia.
Bantahan Telak Atas Tudingan Pengkhianat
Selain meluruskan peran Gibran, Hangabehi juga membalas tudingan pengkhianat yang dilontarkan oleh GKR Timoer Rumbay.
Ia merasa label itu tidak adil karena dirinya merasa sengaja disingkirkan dari proses pengambilan keputusan paling vital di keraton.
"Jadi menyikapi Mbakyu Timoer pada saya kemarin, yang katanya berkhianat kepada kakak-kakaknya dan juga dengan adiknya. Saya kira kurang pas, karena sampai detik itu pada waktu itu saya menunggu jawaban," terangnya.
Alasan utamanya adalah ia tak pernah diberi tahu isi wasiat PB XIII dan tidak pernah diajak musyawarah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Timnas U-17 vs Malaysia di Manahan, Wali Kota Solo: Momentum Emas Perkuat Ekosistem Sepak Bola
-
Ketahanan Ekonomi, 60 Purna PMI di Cirebon Mendapat Pelatihan Kewirausahaan dari BRI Peduli
-
Kerusuhan Pesilat di Boyolali: Warga Jadi Korban, Motor Dibakar dan Empat Orang Terluka
-
Gercep! Tim Sparta Solo Amankan Terduga Maling Motor yang Dikepung Warga di Kadipiro
-
All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim