- Sebelumnya, legislatif menilai WFH atau WFA itu tidak ada korelasi antara efisiensi anggaran dengan WFH.
- Anggaran-anggaran yang langsung ke pelayanan masyarakat tidak dikurangi sama sekali.
- Respati memperbolehkan rapat-rapat digelar di hotel ketika outputnya jelas.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Respati Ardi tidak mempermasalahkan adanya kritikan dari DPRD Kota Solo mengenai rencana menerapkan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA).
Langkah itu disebutnya bakal menghemat anggaran transfer ke daerah (TKD) yang dipangkas pemerintah pusat.
Sebelumnya, legislatif menilai WFH atau WFA itu tidak ada korelasi antara efisiensi anggaran dengan WFH.
"Piye to ki. Ning kantor nguripke AC, ngeprint, bayar makan minum kok ora enek korelasine. Dicoba dewan ngenti WFH kan, ben rodo ngirit," terangnya saat ditemui, Senin (20/10/2025).
Respati menegaskan efisiensi anggaran itu sudah pasti. Anggaran-anggaran yang langsung ke pelayanan masyarakat tidak dikurangi sama sekali.
"Kita target tiap OPD itu bisa turun minimal 31 persen dengan pengurangan operasional. Ini yang diluar pelayanan masyarakat ya, seperti DLH, puskesmas, sekolah, dishub, satpol pp. Tapi ini yang ngantor-ngantor itu loh, WFH ini untuk yang ngantor-ngantor bukan yang untuk pelayanan," ungkap dia.
Respati menjelaskan soal pengawasan kinerja itu di output pekerjaan yang jelas. Hari ini, minggu ini mengerjakan apa, merakorkan dan mengeluarkan kebijakan apa, minggu ini kajian apa yang diselesaikan.
"Kalau kami kan ada di RPJMD sudah ikut indikator kinerjanya. Kalau indikatornya rampung pasti beres, ora masalah ngantor apa tidak," katanya.
Menurutnya sekarang prestasi dari OPD itu dalam menekan angka indikatornya. Indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka.
Baca Juga: Wali Kota Solo Silaturahmi ke Habib Alwi Masjid Riyadh, Perkuat Sinergi Umaro dan Ulama
"Itu saja yang dicari. Nanti di indikator penyerapan per bulan juga kita awasi. Saya juga menugaskan wakil wali kota untuk monev penyerapan anggaran," sambung dia.
"Kebijakan ini tetap diawasi dan wakil wali kota juga ikut mengawasi monev penyerapan anggaran," lanjutnya.
Respati memperbolehkan rapat-rapat digelar di hotel ketika outputnya jelas. Bahkan ketika rapat-rapat diperlukan di luar kantor, kalau perlu WFA nya ini ngantornya di UMKM, rumah makan, coffe shope, atau hotel bintang tiga.
"Otomatis itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi di UMKM kita daripada di kantor terus ngopo," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres
-
Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng
-
Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas