SuaraSurakarta.id - Ketua DPW PSI Jateng Antonius Yogo Prabowo buka suara terkait dengan munculnya mosi tidak percaya yang ditujukan kepada dirinya.
Seperti diketahui, mosi tidak percaya yang digulirkan 25 DPD dari 34 PSI se-jawa Tengah. Mereka menuntut Ketua DPW PSI Jateng, Yogo untuk dicopot.
Yogo memaparkan, permasalahan tersebut sudah pernah dibahas di DPP, namun ternyata mosi tidak percaya ini digerakkan masyarakat diluar struktural PSI.
"Kemudian memang mereka tidak ada KTA," kata dia, Selasa (30/4/2024).
Menurutnya, apa yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta yang ada, atau bahasa kasarnya adalah fitnah.
Yogo menjelaskan, apa yang disampaikan sejumlah DPD PSI Jateng sudah diklarifikasi dengan DPP dan dinilainua sudah clear.
"Hanya saja saya tetap berterima kasih dengan adanya kritian ini, karena kita di DPW terbuka terhadap saran maupun kritikan," papar Yogo.
Apakah akan melakukan somasi balik, bila mosi ini dianggap sebagai fitnah? Yogo mengatakan tidak memikirkan langkah sejauh itu.
Pasalnya dirinya masih fokus merancang strategi jelang Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada November mendatang. "Kita masih fokus Pilkada," tegas dia.
Baca Juga: PSI Sebut Mangkunegara X Jadi Alternatif di Pilkada Solo, Tapi Menunggu Arahan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Unik! Hadiah Ulang Tahun Traktor Combi Bikin Heboh di Maospati
-
Dualisme Raja Jadi Biang Kerok, Pemkot Masih Tahan Dana Hibah 2026 untuk Keraton Solo
-
Adu Mekanik Xpander Cross atau Toyota Rush, Siapa Lebih Mantap?
-
Drama Sidang Ijazah Jokowi: Bukti Asli Masih Misteri, Saksi Kunci Disiapkan!
-
7 Fakta Kasus Flare yang Membuat Laga Persis Solo Chaos, Dinyalakan di Hadapan Jokowi?