SuaraSurakarta.id - Kasus meninggalnya mahasiswa UNS Solo menjadi perhatian publik. Korban disebut-sebut mengalami kekerasan saat mengikuti Diklat Pra Gladi Patria Ke-36 Resimen Mahasiswa atau Menwa.
Menyadur dari Solopos.com, Polisi sejauh ini sudah memeriksa 26 orang saksi terkait kasus dugaan kekerasan saat mengikuti kegiatan Diklatsar Menwa UNS Solo yang mengakibatkan salah satu peserta meninggal dunia, pada Minggu (24/10/2021) lalu.
Sebanyak 26 saksi yang sudah diperiksa hingga Kamis (28/10/2021) berasal dari kalangan peserta dan panitia kegiatan serta pejabat UNS Solo.
Sementara untuk penambahan saksi dari kalangan lain, polisi masih mempertimbangkannya. Selain itu polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika, mengatakan saat ini polisi masih fokus menyelidiki penyebab kematian korban, Gilang Endi Saputra, dalam kasus tersebut. Untuk mengetahui penyebab kematian mahasiswa jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) Prodi Sekolah Vokasi UNS Solo itu, polisi masih menunggu hasil autopsi.
“Karena sudah naik ke penyidikan, kami lakukan pendalaman terkait pemeriksaan saksi-saksi, baik peserta, panitia atau pihak lain termasuk ahli. Baru nanti setelah hasil autopsi ada, kami gelar perkara kembali untuk menentukan siapa calon tersangkanya. Tapi untuk saat ini tetap menunggu saksi autopsi,” katanya.
Djohan menyebutkan telah memeriksa 26 saksi yang sebagian besar merupakan mahasiswa peserta kegiatan dan panitia kegiatan Diklat Pra Gladi Patria Ke-36 Menwa UNS Solo. Sejauh ini para saksi tetap dapat menjalani aktivitas pembelajaran di kampus.
Saksi dari Kalangan Lain
“Para saksi kami persilakan melanjutkan kegiatan kuliah seperti biasanya. Kami sudah koordinasi dengan UNS. Apabila nanti ada keterangan yang dibutuhkan, kami minta kampus untuk memperbolehkan apabila mereka dibutuhkan untuk pemeriksaan tambahan,” jelasnya.
Baca Juga: Mahasiswa UNS Asal Karanganyar Tewas Saat Diklat Menwa, Ini Kata Bupati
Sedangkan untuk kemungkinan bertambahnya saksi dari kalangan lain, Djohan mengaku masih mempertimbangkannya. “Akan kami pertimbangkan. Saat ini keterangan saksi yang ada seperti apa. Pemeriksaan intensif dilakukan secara profesional. Apabila ada pihak lain yang perlu diambil keterangan, tentu akan kami jadwalkan,” lanjutnya.
Seperti diberitakan, Gilang Endi Saputra meninggal dunia pada hari kedua Diklat Pra Gladi Patria Ke-36 Menwa UNS Solo, Minggu (24/10/2021) lalu. Berdasarkan keterangan dari Polda Jateng, Gilang meninggal karena penyumbatan di otak. Hasil pemeriksaan juga didapati bukti Gilang juga sempat mendapat pukulan di kepala.
Gara-gara peristiwa tersebut, mahasiswa UNS dan publik ramai-ramai mengecam tindakan panitia kegiatan dan menuntut pembubaran Menwa UNS Solo. Pada sisi lain, UNS membentuk tim evaluasi yang bertugas mengumpulkan sebagai dasar guna menjatuhkan sanksi kepada Menwa UNS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Digunakan Ratusan Ribu Konsumen, Pherini Body Lotion Tuai Banyak Review Positif
-
Kubu PB XIV Purboyo Gelar Tingalan Dalem Jumenengan di Kediaman Raja Sasana Narendra
-
Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
-
Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar
-
Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris