SuaraSurakarta.id - Jajaran Polresta Solo dipimpin Kapolresta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyambangi keluarga almarhum Gilang Endi Saputra di Dukuh Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Kamis (28/10/2021) siang.
Gilang adalah mahasiswa UNS Solo yang tewas saat mengikuti Diklat Menwa di kawasan Jurug, Minggu (24/10/2021) lalu.
Selain mengucapkan bela sungkawa, Kapolres beserta jajaran juga menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke pihak keluarga yang diterima ayah korban, Sunardi.
Hal Ini dilakukan sebagai bukti, bahwa Penyidik Polresta Solo serius mengungkap misteri tewasnya mahasiswa saat mengikuti Diksar Menwa UNS.
"Kami datang untuk memberikan SPDP dan SP2HP kepada keluarga korban. Ini sebagai bentuk keseriusan kami dalam mengungkap kasus ini sampai tuntas," kata Ade Safri.
Dalam acara itu, Kapolresta Solo datang bersama pejabat utama Polresta mulai Kasatreskrim, AKP Djohan Andika, Kapolsek Jebres, Kompol Suharmono dan didampingi Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito.
"Kami serius mengungkap kasus ini. Total sudah ada 26 saksi yang dimintai keterangan," jelasnya.
Disinggung kapan adanya penetapan tersangka, Kapolresta mengaku, secepatnya mengungkap kepada publik.
"Hasil keterangan saksi masih kami kumpulkan. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan berupa helm, tas, pakaian korban hingga senjata replika yang digunakan saat diklatsar dilaksanakan," katanya.
Baca Juga: Diksar Tewaskan Mahasiswa, Mako Menwa UNS 'Diserbu' Poster Pembubaran
Sementara itu, ayah korban, Sunardi berharap, semoga kasus ini segera selesai. Pihaknya tidak ingin ada lagi kasus seperti ini di manapun berada.
"Semoga, kasus ini menjadi yang terakhir kali. Jangan sampai ada Gilang yang lain mengalami nasib serupa," tegas dia.
Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika mengatakan, pernyidik terus melakukan pendalaman terhadap sejumlah saksi. Hingga saat ini, belum ditentukan tersangka dalam kasus tersebut.
"Termasuk, menunggu hasil outopsi dari Biddokes Polda Jateng untuk mengetahui penyebab kematian korban," kata Djohan.
Seperti diketahui, seorang mahasiswa UNS meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Diklatsar UKM Menwa, Minggu (24/10/2021. Berdasarkan kesaksian keluarga, terdapat sejumlah luka lebam di wajah dan tengkuk jenazah korban.
Kontributor : Budi Kusumo
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa
-
Investasi Berkelanjutan Makin Kokoh, DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026