SuaraSurakarta.id - Tewasnya mahasiswa Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) Prodi Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Gilang Endi Saputra saat mengikuti diklat Menwa mengundang kecaman banyak pihak.
Kecaman tak hanya datang dari kalangan eksternal, namun juga keluarga besar 'Kampus Kentingan', termasuk mahasiswa.
Desakan untuk membubarkan Menwa terus disuarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS.
Tak tanggung-tanggung, ratusan mahasiswa menempel poster bertuliskan “Bubarkan, Bubarkan, Bubarkan, Hancurkan” tertempel di Kantor Menwa UNS Solo.
Presiden BEM Sekolah Vokasi, Dessy Latifatul Laila menyampaikan, aksi tersebut mendesak untuk pihak kampus segera mengumumkan hasil autopsi yang telah dilakukan.
“Polda sudah membeberkan bahwa adanya kekerasan. Kita mendesak pihak kampus agar segera mengumumkan hasil autopsi,” ujar Dessy.
Dirinya juga mengatakan, aksi menempel poster di kantor Menwa UNS tersebut agar tidak terjadi hal serupa hingga menyebabkan kematian Gilang Endi Saputra.
“Itu sebagai desakan agar kampus segera memberikan pernyataan sikap terkait kasus Gilang Endi,” imbuhnya.
Mengenai desakan pembubaran Menwa, Dessy juga menyebutkan tuntutan itu akan disuarakan jika pihak kepolisian telah menyatakan Menwa bersalah atas kasus meninggalnya Gilang Endi.
Baca Juga: Mahasiswa Meninggal Saat Diklat Menwa UNS, Pelaku Penganiayaan Terancam Penjara
“Kita akan mendesak pihak kampus untuk membubarkan Menwa,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
Terkini
-
Konflik Keraton Solo: Berebut Gamelan Sekaten Berujung Laporan Polisi, Abdi Dalem Ngaku Dikeroyok
-
Panas! Keraton Solo Gelar Dua Kirab Grebeg Mulud Sekaligus, Kubu Purboyo Ungkap Dugaan Sabotase
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Duh! Gusti Moeng Diancam Disomasi 2x24 Jam dan Dituduh Curi Gamelan Sekaten
-
BRI Hadirkan Momen Haru, Yuni Lestari Bertemu Sang Ibu Setelah 10 Tahun di Taiwan