SuaraSurakarta.id - Petinggi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diminta segera membubarkan keberadaan Korps Mahasiswa Siaga (KMS) Batalion 906 Jagal Abilawa atau Menwa (Resimen Mahasiswa).
Hal itu setelah kasus kematian salah satu mahasiswa, Gilang Endi Saputra saat mengikuti Diklat Menwa di Kawasan Jurug, Jebres, Solo.
“Ini bukan hanya soal Menwa, tapi soal militerisme. Adanya Menwa membuat budaya militerisme tetap tumbuh dalam kampus. Kampus tak lagi ilmiah,” ujar salah seorang mahasiswa Faiz, dalam aksi solidaritas “100 Lilin untuk GE” di Boulevard UNS, Selasa (26/10/2021) malam diwartakan Solopos.com--jaringan Suara.com.
Peserta aksi lain, Pius, mengatakan kasus kematian Gilang Endi mestinya menjadi pelajaran bagi Rektorat untuk meninjau ulang keberadaan Menwa. Menurutnya, bukan tak mungkin ada kasus serupa di kemudian hari apabila kampus tak serius menangani masalah tersebut.
“Jika Menwa UNS Solo tak dibubarkan, akan ada Gilang-Gilang selanjutnya. Kita semua di sini adalah manusia yang menghargai nyawa orang lain,” tuturnya.
Pihaknya juga menyayangkan Rektor Jamal Wiwoho yang seakan menghilang saat kasus Gilang. Pernyataan kampus sejauh ini hanya melalui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ahmad Yunus dan Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Sutanto.
“Bapak Jamal sebagai penjaga marwah kampus malah tidak hadir,” sesalnya.
Presiden BEM UNS Solo, Zakky Musthofa Zuhad, menyayangkan belum ada ucapan belasungkawa sama sekali dari Menwa untuk keluarga korban.
“Gilang masih semester III, datang ke kampus membawa harapan dari keluarga, membawa cita-cita. Tapi apa, nyawanya malah hilang dengan sejumlah kejanggalan,” ujarnya dalam orasi.
Baca Juga: Mahasiwa UNS Tewas Saat Diklat Menwa, Pelaku Terancam Hukuman Berat
Zakky berjanji BEM UNS bakal terus mengawal kasus sampai keluarga korban mendapatkan keadilan. Sementara itu, gerakan solidaritas untuk Gilang terus meluas. Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berencana menggelar aksi di Hall Fakultas Hukum UMS, Kamis (28/10/2021) siang.
Selain menuntut pengusutan kasus Gilang, Aliansi bersolidaritas pada Nailah Khalishah. Nailah adalah mahasiswa FH UMS yang meninggal dunia seusai mengikuti diklat Menwa Batalion 916 UMS April 2021 lalu. Saat mengikuti longmarch, Nailah tak sadarkan diri hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance
-
BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio
-
HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 Libatkan 110 Tim, Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri ke Solo
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia