- Masjid Al-Ikhlas PIK, Jakarta Utara, menjadi pusat kegiatan Ramadan sejak Senin sore 23/2/2026.
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengingatkan jamaah memanfaatkan sisa Ramadan untuk mengejar Lailatul Qadar.
- Menteri Agama mengajak jamaah fokus pada ketulusan beribadah daripada terjebak dalam perdebatan.
SuaraSurakarta.id - Bulan Ramadan menghadirkan denyut berbeda di Masjid Al-Ikhlas PIK, Jakarta Utara. Sejak Senin sore (23/2/2026) jelang waktu berbuka hingga malam hari, jamaah terus berdatangan.
Sebagian mengikuti kajian, sebagian lain bersiap menunaikan salat tarawih dan menghidupkan malam dengan zikir serta tilawah.
Masjid yang berdiri di kawasan Pantai Indah Kapuk itu kini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat urban. Arsitekturnya yang modern dan ruang ibadah yang lapang membuat jamaah betah berlama-lama.
Dalam salah satu kesempatan ceramah, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengingatkan pentingnya memanfaatkan sisa Ramadan, terutama dalam mengejar Lailatul Qadar.
“Ada satu keistimewaan yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, yaitu dikaruniai bulan suci Ramadan. Di dalamnya ada Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan,” ujar Nasaruddin.
Ia menekankan, Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum pertobatan dan peningkatan kualitas diri. Makna Ramadan sebagai “pembakar” dosa menjadi pengingat agar puasa dijalankan dengan iman dan kesungguhan.
“Bayangkan, satu malam nilainya melebihi seribu bulan. Ini kesempatan luar biasa yang tidak dimiliki umat-umat sebelumnya dalam bentuk intensitas seperti ini,” katanya.
Di hadapan jamaah Masjid Al-Ikhlas PIK, ia juga mengajak umat untuk tidak terjebak dalam perdebatan yang memecah. Menurutnya, ketulusan dan kecintaan kepada Allah menjadi inti dari setiap ibadah.
“Marilah kita berhusnuzan kepada Allah, aku salat witir lagi karena aku mencintai-Mu ya Allah. Enggak usah dengarkan yang lain, wah kamu bid’ah dan sebagainya, biarkan saja yang penting aku mencintai Tuhan. Apa Tuhan real memasukkan neraka hanya karena dua kali witir? No, Tuhan itu Maha Pencinta, saya kira begitu,” ujarnya.
Baca Juga: Masih Jadi Buruan Warga! Bubur Samin Legendaris khas Banjar kini Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Antusiasme jamaah terlihat dari ruang utama yang terisi penuh. Banyak yang memilih tetap tinggal di masjid selepas kajian untuk melanjutkan ibadah malam.
Salah seorang jamaah, Nani, mengaku merasakan suasana berbeda saat mengikuti kajian di masjid tersebut.
“Kajian ini sangat bagus karena kita mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi dari pak menteri sebagai narasumber,” kata Nani.
Ia juga terkesan dengan kenyamanan tempat ibadah tersebut. “Masjid Al-Ikhlas ini megah dan bagus banget deh, nyaman untuk ibadah dan insya Allah nanti ingin tarawih di sini,” tambah dia
Dengan rangkaian kegiatan Ramadan yang terus bergulir, Masjid Al-Ikhlas PIK semakin mengukuhkan diri sebagai magnet spiritual baru di Jakarta Utara, tempat jamaah datang bukan hanya untuk salat, tetapi juga untuk memperdalam makna Ramadan secara utuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo
-
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
-
BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
-
Konflik Keraton Solo: Berebut Gamelan Sekaten Berujung Laporan Polisi, Abdi Dalem Ngaku Dikeroyok