- Bubur Samin khas Banjar dibagikan gratis di Masjid Darussalam Solo saat Ramadan, tradisi ini sudah berlangsung sejak 1985.
- Tradisi pembagian bubur ini awalnya untuk warga internal Jayengan, kini meluas untuk umum dan disiapkan 1.500 porsi harian.
- Aktivitas berbagi Bubur Samin telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada Oktober tahun 2025.
SuaraSurakarta.id - Bubur Samin khas Banjar masih jadi tradisi selama Bulan Ramadan di Kota Solo tepatnya di Masjid Darussalam, Jayengan.
Pasalnya banyak masyarakat baik dari Kota Solo maupun luar kota yang rela mengantri untuk berburu bubur samin buat menu buka puasa.
Sekarang tradisi Bubur Samin sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia tahun 2025 lalu.
Warga mencari keberkahan dari Bubur Samin. Karena hanya ada selama Bulan Ramadan yang dibagikan secara gratis ke warga.
Bahkan tiap tahun warga selalu datang untuk menikmati bubur khas Banjar tersebut.
"Biasanya antre hari kedua atau ketiga puasa. Tapi ini hari pertama, sudah sejak dulu ke sini. Pasti tiap tahun ke sini," ujar salah satu warga, Marsiati saat ditemui, Kamis (19/2/2026).
Marsiati menyebut jika rasanya itu enak dan biasanya buat menu buka puasa bersama keluarga.
"Rasanya enak, khas banget. Pasti ngangenin. Pastinya buat buka puasa biar berkah," katanya.
Marsiati mengaku sudah puluhan tahun ikut mengantre bubur samin. Biasanya datang sekitar pukul 16.00 WIB, itu sudah ramai.
Baca Juga: Pimpin Kurvei Pasar Gedhe dan Kalipepe, Respati Ardi Soroti Buruknya Manajemen Sampah
"Sudah lama ikut antre bubur samin, sejak anak masih kecil dan sekarang sudah menikah. Ini bawa dua wadah, mau dimakan bareng keluarga dan adik," sambung dia.
Sementara itu Takmir Masjid Darussalam Solo, Nur Cholis mengatakan tradisi bagi-bagi bubur samin itu sudah lama dari 1985 sampai sekarang.
"Kalau pembagian di masjid sejak 1985, kalau keberadaan bubur samin sudah ada sejak awal abad 19," terangnya.
Nur Cholis menjelaskan awalnya pembagian bubur samin di sini buat internal warga Jayengan. Di mana banyak warga Banjar Kalimantan Selatan yang merantau ke sini.
"Tapi seiring waktu dibagikan ke warga lain mengingat jamaah masjid semakin banyak. Jadi awalnya diperuntukan buat internal warga Jayengan, sekarang jumlah porsinya semakin banyak," ungkap dia.
Menurutnya untuk saat ini disiapkan 1.200 porsi buat warga umum, sekitar 300 porsi dibagikan di masjid buat takjil buka puasa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta
-
Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020
-
Soal Ijazah Gibran, KPU Solo Tegaskan Sudah Lakukan Verifikasi Secara Faktual