- Wali Kota Solo memimpin kerja bakti gabungan di Pasar Gedhe dan Kalipepe pada Senin (9/2/2026) untuk mengatasi sampah.
- Respati menyoroti manajemen sampah pasar yang buruk serta mengancam mencabut SHP pedagang yang tidak disiplin.
- Kebersihan lingkungan pasar dan wisata didorong kuat demi kenyamanan jual beli dan menjaga pariwisata utama kota.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi memimpin kegiatan bersih-bersih atau kurvei di kawasan Pasar Gedhe dan bantaran Sungai Kalipepe pada Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini melibatkan ratusan personel gabungan TNI-Polri dan seluruh OPD Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Dalam kerja bakti ini, Respati menyoroti buruknya manajemen pengelolaan sampah di pasar. Banyaknya sampah yang dibiarkan menumpuk di sejumlah titik serta lamanya pengangkutan membuat bau yang tidak sedap.
Kondisi ini tentunya membuat lingkungan berantakan dan tidak sehat. Oleh karena itu, ia mendorong kepada Dinas terkait untuk gencar melakukan pembersihan di lingkungan pasar.
Hal ini dilakukan agar proses jual beli antara pedagang dan pembeli berlangsung nyaman. Selain itu, pengelolaan sampah yang baik akan berdampak pada estetika lingkungan yang rapi dan indah.
“Tahun 1988, sudah dicanangkan bahwa Kota Surakarta adalah berseri, bersih sehat rapi dan indah. Dan saya mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah hadir dari kepolisian, TNI dan rekan seluruh kepegawaian Pemerintah Surakarta. Kita lakukan dengan kerja niat baik dan iklas untuk menjaga kota kita tetap berseri supaya kota ini bisa dinikmati oleh seluruh warga dan masyarkaat di dalamnya,” kata Respati.
Ia juga mendorong kepada seluruh pedagang dapat memperhatikan sampahnya dengan baik. Dia pun tak segan-segan akan mencabut Surat Hak Penempatan (SHP) manakala pedagang menghiraukan sampahnya.
“Kami juga akan membuat komitmen dengan pedagang-pedagang pasar, jika ada pedaganh pasar tempat mereka berjualan, bertahun-tahun tapi tidak mengindahkan peraturan kebersihan, kami akan tindak tegas. Dan masih banyak masyarakat lain yang ingin menggunakan kios,” jelasnya.
Selain menjaga kebersihan di pusat perbelanjaan tradisional, Respti juga akan terus merawat lingkungan di tempat wisata. Memastikan kebersihan di kawasan wisata sangat penting agar pengunjung nyaman berwisata di Kota Bengawan.
Baca Juga: Atlet Solo Raih 15 Medali di ASEAN Para Games 2025, Respati Ardi Bakal Berikan Fasilitas Khusus
“Kita bersiap di ramadan, bersiap mendatangkan wisatawan yang banyak dan kebersihan menjadi hal utama. Semoga kebersihan ini jadi tambah ramai, nyaman berwisata di sini,” imbuhnya.
Respati mengakui jika lingkungan pada destinasi wisata di Kota Solo penting sekali untuk dirawat. Hal ini dikarenakan pariwisata merupakan sumber pendapatan utama Kota Surakarta.
“Kita komitmen menjaga iklim pariwisata, di mana kota ini denyut nadinya, hidupnya dari pariwisata,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Kunjungi Guru Ngaji Jokowi, Gibran Minta Doa untuk Sang Ayah
-
Kaget Lihat Kondisi Keraton Kilen, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi jadi Prioritas
-
PB XIV Purboyo dan Tedjowulan Sama-sama Gelar Halal Bi Halal, Menbud Fadli Zon Turut Hadir
-
Viral Utas Dugaan Kekerasan dalam Relasi, Sosok Pelaku Disebut Penulis Buku Berpendidikan Tinggi
-
Sowan ke Jokowi Bersama Forkopimda, Respati Sampaikan Perkembangan Kota Solo, Apa Saja?