- Tumpukan sampah pasar malam Sekaten di Alun-Alun Kidul Solo mengganggu warga karena menimbulkan bau menyengat.
- Koordinator lapangan CV Diana Ria menyatakan sampah tersebut dikumpulkan di sisi barat-selatan untuk diangkut DLH setiap hari.
- Pihak pengelola berjanji segera berkoordinasi dengan DLH agar proses pengangkutan sampah dapat dilakukan lebih cepat.
SuaraSurakarta.id - Tumpukan sampah muncul di sisi barat-selatan Alun-Alun Kidul Solo atau belakang SDN Gading 1 dan sudah beberapa hari tidak diambil.
Tumpukan sampah tersebut diduga dari sampah aktivitas pasar malam sekaten di Alun-alun Kidul. Tumpukan sampah tersebut sangat pedagang dan warga sekitar, karena bau yang menyengat.
Pedagang selter Alun-alun kidul tidak tahu menahu tumpukan sampah itu berasal. Karena pedagang selter setiap hari selalu diambil.
"Setiap hari selalu diambil sama petugas. Jadi malam itu dikumpulkan lalu paginya diambil," ujar salah satu pedagang selter Alkid, Klitih saat ditemui, Kamis (27/8/2026) sore.
Baca Juga:Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
Menurutnya selama ini soal sampah tidak ada masalah sama sekali. Karena setiap hari selalu diambil sama petugas.
"Tidak ada masalah sama sekali selama ini soal sampah," katanya.
Ketika ditanya soal tumpukan sampah dipojokan alkid, ia tidak tahu. Tapi itu sebelum pasar malam sekaten sudah ada tapi tidak separah ini.
"Sebelum ada sekaten nggak banyak, tapi pas ada sekaten banyak. Apalagi di situ dipakai buat parkir juga," ungkap dia.
Sementara itu koordinator lapangan CV Diana Ria, Peter mengatakan kalau tumpuk sampah itu memang sebagian besar sampah dari pasar malam sekaten.
Baca Juga:Ketahuan! Tukang Becak Nekat Buang Sampah Restoran di Lokasi CFD Solo, Pemkot Kejar Pemilik Usaha!
Sebenarnya sampah dari aktivitas sekaten setiap malam dibersihkan dari area dalam Alun-Alun Kidul. Kemudian dikumpulkan di sisi barat-selatan alun-alun agar mudah dijangkau truk pengangkut DLH.
“Memang sebagian besar dari pasar malam. Kita sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Alun-Alun Kidul untuk pengambilan sampah,” terangnya saat dikonfirmasi.
Peter menjelaskan pengangkutan oleh DLH dilakukan setiap hari. Tapi waktu pengangkutannya itu tidak selalu sama karena menyesuaikan akses kendaraan truk.
“Setiap hari, tapi jamnya nggak tentu. Kadang pagi sudah dibersihkan langsung diambil, kadang siang, kadang sore,” papar dia.
Peter menyebut sebelumnya sampah sempat ditempatkan di bahu jalan atau trotoar. Tapi lalu dipindahkan ke sisi barat-selatan Alun-Alun Kidul agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk warga yang menggunakan kawasan tersebut untuk olahraga pagi.
Soal adanya tumpukan sampah yang masih terlihat, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pengelola Alun-Alun Kidul dan DLH agar pengangkutan dapat dilakukan lebih cepat.