Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni

PT Djarum merenovasi 10 Rumah Sederhana Layak Huni di Wonogiri untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (152 karakter)

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:19 WIB
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
Melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), kali ini PT Djarum merenovasi dan membangun ulang 10 hunian yang berada di Kabupaten Wonogiri. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • PT Djarum merenovasi sepuluh rumah di Kabupaten Wonogiri untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Program Rumah Sederhana Layak Huni ini menghasilkan hunian yang aman, sehat, dan nyaman bagi warga setempat.
  • Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyatakan bantuan tersebut sangat membantu karena daerahnya masih memiliki ribuan rumah tidak layak huni.

Imron menjelaskan kalau di Wonogiri di tahun ini masih ada PR sekitar 11.000 RTLH. Adanya bantuan dari PT Djarum ini sangat membantu dan diharapkan ke depan masih akan ada lagi.

"Tahun ini kita mentargetkan sekitar 652 RTLH bisa diselesaikan. Ini juga kita cari dukungan upaya teman aspirasi-aspirasi di DPR RI juga kita tampung di sini. Kita memang sangat membutuhkan bantuan dari teman-teman aspirasi untuk RTLH," sambung dia.

Imron menyebut kolaborasi antara Pemkab Wonogiri dengan PT Djarum ini sangat baik sekali. Ini diharapkan lebih dari yang dibayangkan masyarakat.

"Karena RTLH itu anggarannya Rp 20 juta, itupun masih ada pajak yang harus dipenuhi. Ini dari PT Djarum anggaran Rp 70 juta sudah menjadi rumah yang sangat-sangat layak huni," imbuhnya.

Baca Juga:Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan

Terpisah salah satu warga penerima, Gembong Rahmanto merasa senang dan bersyukur ada bantuan dari PT Djarum ini untuk perbaikan rumah.

"Bersyukur sekali pastinya, dulu rumah tak layak huni. Sekarang alhamdulillah sudah ditempati dan nyaman sekali," ucap dia.

Gembong menambahkan perbedaannya itu sangat jauh dan layak ditempati. Dulu atap sering bocor kalau hujan, kalau panas yo panas dan angin masuk, dindingnya itu dari gedeg (bambu).

Untuk jamban dulu ada tapi agak jauh dan terpisah, kalau sekarang menyatu dengan rumah. Lantainya masih tanah dan kalau hujan lembab, sekarang keramik.

"Kalau sekarang alhamdulillah banyak perubahan. Kalau hujan tidak bocor lagi, pas malam tidak dingin. Renovasi kemarin sekitar satu bulan," pungkas warga Desa Minggarharjo ini.

Baca Juga:Hari Pertama Jadi Wali Kota Solo, Respati Ardi Langsung Soroti Angka Kemiskinan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak