- Seorang ibu buruh serabutan merasa bangga karena anaknya bisa bersekolah.
- Sang anak kini bisa mengenyam pendidikan berkat kehadiran Sekolah Rakyat.
- Ibu tersebut mengaku merasa haru anaknya kini kembali duduk di bangku sekolah.
Rasa bangga itu begitu kuat. Punijah mengaku tak henti-hentinya merasa haru setiap kali mengingat bahwa anaknya kini kembali duduk di bangku sekolah.
"Saya bangga banget, saestu bangga. Ada Sekolah Rakyat, saya bisa sekolahkan anak saya lagi," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Baginya, kebahagiaan ini sederhana namun sangat berarti: melihat anaknya kembali memiliki harapan, kembali tersenyum, dan kembali mengejar cita-citanya.
"Sekarang anak saya bisa bangkit lagi, bisa senang lagi. Saya benar-benar bersyukur," katanya.
Di tengah segala keterbatasan hidup, penghasilan yang pas-pasan, kondisi keluarga yang berat, dan masa lalu anaknya yang sempat putus sekolah, Punijah kini menggenggam harapan baru.
Ia hanya ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan meraih masa depan yang lebih baik.
"Pengen jadi orang sukses, dadi anak sing sae (jadi anak yang baik)," tuturnya.
Bagi Punijah, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar. Lebih dari itu, ia adalah jawaban atas doa panjang seorang ibu yang selama ini hanya bisa pasrah karena keterbatasan.
Kini, rasa bangga dan syukur itu menjadi kekuatan baru untuk terus melangkah.