- Dispora Kota Solo menagih tunggakan sewa Stadion Manahan kepada manajemen Persis Solo yang belum dilunasi hingga April 2026.
- Manajemen Persis Solo berkomitmen melunasi seluruh kewajiban biaya sewa stadion setelah musim kompetisi Liga 1 resmi berakhir nanti.
- Pihak Dispora menyatakan tunggakan Persis di bawah Rp2 miliar dan memastikan operasional stadion tidak terganggu oleh utang tersebut.
SuaraSurakarta.id - Manajemen Persis Solo kembali dihadapkan pada masalah tunggakan biaya sewa Stadion Manahan. Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Solo mengonfirmasi akan terus menagih kewajiban tersebut, meskipun dengan nada optimistis karena status Persis sebagai klub kebanggaan warga Solo.
Namun, muncul spekulasi bahwa Laskar Sambernyawa merupakan penunggak dengan nilai terbesar. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dispora Kota Solo, Rini Kusumandari, memilih untuk bungkam.
"No coment ya," jawab Rini singkat saat ditanya apakah Persis Solo menjadi penyumbang utang terbesar dari total tunggakan sewa Stadion Manahan, Selasa (14/4/2026).
Sikap 'no comment' ini justru memicu tanda tanya besar di kalangan publik mengenai seberapa signifikan tunggakan yang dimiliki oleh klub profesional tersebut kepada pemerintah kota.
Baca Juga:Viral Video Panggung Sangga Buwono Keraton Solo Rusak Usai Direvitalisasi

Rini menjelaskan bahwa pihak manajemen Persis Solo telah menunjukkan itikad baik dan berkomitmen untuk melunasi kewajiban mereka. Namun, pelunasannya diperkirakan baru akan dilakukan setelah musim kompetisi Liga 1 berakhir.
"Mereka berkomitmen akan menyelesaikan masalah tersebut. Jadi istilahnya, kan di tiap musim ya semoga setelah musim ini, musim liga ini mereka bisa menyelesaikan," terangnya.
Rini menyebut, total seluruh tagihan sewa stadion dari semua pengguna per 31 Desember 2025 memang cukup besar, meskipun ia enggan merinci angka pasti untuk Persis.
"Tunggakan hutang Persis itu tidak sampai Rp 2 miliar. Karena jumlah Rp 2 miliar itu total semua tagihan per 31 Desember 2025," jelasnya, seraya menambahkan ada pembayaran masuk dari pengguna lain sebesar Rp 100 juta pada Januari 2026.
Meski enggan membuka data Persis, Rini berusaha menenangkan publik dengan menyatakan bahwa Dispora dan manajemen klub akan segera duduk bersama untuk membahas mekanisme penyelesaian utang tersebut. Ia mengaku tetap optimistis tunggakan itu akan terbayar.
Baca Juga:Respati Ardi Pastikan Tak Ada Gelombang Pemberhentian PPPK Karena Anggaran Pemkot Solo
![Oknum suporter Persis Solo saat menyalakan flare dalam laga melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu (4/1/2025). [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/05/78482-persis-solo.jpg)
"Kita optimis sajalah, karenakan bagaimanapun Persis inikan juga klubnya kebanggaan Kota Solo. Kita masih berusaha untuk, ya tetap ya namanya kewajiban kita akan menagih. Tapi dari Persis, kita sudah berkomunikasi dan siap menyelesaikan," lanjutnya.
Rini juga memastikan bahwa adanya tunggakan ini tidak sampai mengganggu biaya operasional Stadion Manahan, karena pos anggarannya berbeda.
"Nggak, nggak terganggu sih. Kalau terganggunya nggak terganggu, karena beda," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto