- Wali Kota Solo akan terapkan arahan Gubernur Jateng agar ASN bersepeda dan gunakan transportasi umum.
- Kebijakan bersepeda akan menyasar ASN, Forkopimda, TNI, dan Polri; pengumuman resmi minggu depan.
- Kebijakan ini berpotensi mengurangi operasional mobil dinas, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Respati Ardi bakal menerapkan arahan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Lutfhi agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jateng naik sepeda atau bike to work.
Tidak hanya itu saja, Respati juga bakal mendorong ASN di lingkungan Pemkot agar naik transportasi umum.
"Kami sedang kaji untuk bike to work atau bekerja menggunakan sepeda. Kita gunakan fasilitas kendaraan umum dan mengurangi kendaraan pribadi," terangnya saat ditemui, Selasa (31/3/2026).
Respati menjelaskan penerapan ini nantinya tidak hanya untuk ASN saja tapi juga akan menyasar jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI dan Polri.
Baca Juga:Respati Ardi Pastikan Disnaker Solo Buka Posko Aduan THR, Ini Alurnya
Pengumuman resmi mengenai kebijakan tersebut akan dijadwalkan keluar pada minggu depan.
"Minggu depan sudah ada pengumuman. (Berlaku untuk ASN saja?) Seluruhnya, sampai ke Forkopimda. Semuanya, jajaran dari TNI, Polri, dan dari seluruh jajaran Forkopimda nanti akan ada bike to work," papar dia.
Respati mengatakan penggunaan sepeda bagi ASN ini akan membuka peluang untuk pengurangan operasional mobil dinas di lingkungan pemkot.
"Ini pasti memungkinkan (pengurangan operasional mobil dinas)," ungkapnya.
Respati menegaskan diharapkan adanya kebijakan ini tidak menganggu pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat tetap mendapatkan kualitas pelayanan.
Baca Juga:Respati Ardi Targetkan Penyerapan dan Penyaluran Tenaga Kerja Lewat Program RSK Lebih Optimal
"Adanya kebijakan ini tidak mengganggu pelayanan publik. Pelayanan masyarakat tetap menjadi yang utama," jelas dia.
Ketika disinggung soal efisiensi energi, Respati menyebut pemkot sudah melakukan penghematan daya listrik melalui surat edaran.
Aturan itu mencakup imbauan penggunaan suhu AC maksimal 25 derajat celcius hingga pemadaman listrik pada jam-jam tertentu.
"Skema Work From Anywhere (WFA) juga terus dievaluasi dan ditingkatkan. Ini sambil menunggu regulasi dari pemerintah pusat," paparnya.
Respati menghimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying pembelian BBM dan bahan pokok.
"Kami menghimbau masyarakat tidak panic buying, tetap seperti sedia kala, secukupnya saja. Kami pastikan ketersediaan bahan bakar aman, bahan pokok aman," tandas dia.