Perdagangan Daging Anjing di Jateng: Bisnis Gelap yang Sulit Diberantas, Solo Raya Jadi Episentrum!

Perdagangan daging anjing di Jateng, terutama Solo Raya, masih marak walau sembunyi-sembunyi. Ribuan anjing jadi korban. DMFI desak pemda perkuat regulasi.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 31 Maret 2026 | 08:44 WIB
Perdagangan Daging Anjing di Jateng: Bisnis Gelap yang Sulit Diberantas, Solo Raya Jadi Episentrum!
Aksi Stop Konsumsi Daging Anjing di Jakarta.
Baca 10 detik
  • Perdagangan daging anjing di Jawa Tengah sulit diberantas meskipun ada regulasi, dengan Solo Raya menjadi pusat aktivitas gelap ini.
  • Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mencatat sekitar 13.600 anjing telah menjadi korban perdagangan di Solo Raya selama empat hingga lima tahun terakhir.
  • Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah mengeluarkan surat edaran larangan, namun lima daerah masih belum memiliki aturan resmi.

SuaraSurakarta.id - Praktik perdagangan daging anjing di Jawa Tengah masih menjadi momok yang sulit diberantas, bahkan setelah berbagai upaya regulasi dan sosialisasi digencarkan.

Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mengungkapkan bahwa meskipun polanya kini berubah menjadi lebih sembunyi-sembunyi, bisnis gelap ini tetap menggurita, dengan Solo Raya menjadi kantong utama aktivitas tersebut.

Data mencengangkan menunjukkan, ribuan anjing telah menjadi korban dalam beberapa tahun terakhir, memicu desakan agar pemerintah daerah segera bertindak tegas.

"Salah satunya yang cukup tinggi ada di Provinsi Jawa Tengah," ungkap Chief Operation Officer (COO) DMFI drh.

Baca Juga:Macet dan Polusi Mengancam, Pakar UNS: Aglomerasi Solusi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Solo Raya

Merry Ferdinandez di Semarang, Senin, saat Sosialisasi Pelarangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jateng. Pernyataan ini menegaskan bahwa Jawa Tengah, khususnya wilayah Solo Raya, masih menjadi surga bagi para pedagang daging anjing.

Meskipun ada penurunan sekitar 30% setelah adanya surat edaran dan peraturan daerah (perda), angka ini belum signifikan untuk menghentikan praktik keji tersebut.

Solo Raya, yang meliputi Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri, selama ini memang dikenal sebagai episentrum perdagangan daging anjing di Jawa Tengah.

"Di daerah Solo Raya itu yang paling banyak, tapi kalau perdagangan daging anjingnya hanya di Solo Raya itu tidak benar. Itu terjadi di semuanya, di seluruh tempat," jelas Merry.

Ini menunjukkan bahwa meskipun Solo Raya menjadi pusatnya, praktik serupa juga tersebar di berbagai wilayah lain di Jawa Tengah, hanya saja mungkin dengan skala yang lebih kecil dan lebih tersembunyi.

Baca Juga:Eksplorasi Potensi Wisata di Solo Raya, Kadin Bakal Punya Program Helitour

Perubahan pola penjualan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam memberantas praktik ini. Jika dulu pedagang beroperasi secara terbuka dengan menawarkan menu daging anjing, kini mereka cenderung beroperasi secara diam-diam.

Konsumen biasanya langsung meminta kepada penjual, menciptakan jaringan transaksi yang lebih sulit dilacak.

"Apabila dulu ada menu yang ditawarkan, lanjut dia, kini konsumen biasanya yang langsung minta ke penjual," terang Merry.

Modus operandi yang semakin tertutup ini mempersulit penegakan hukum dan pengawasan dari pihak berwenang.

Data yang dipaparkan DMFI sangat mengkhawatirkan.

"Data ini sudah 4-5 tahun terakhir ada 13.600 ekor anjing yang dipotong di wilayah Solo Raya," kata Merry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak