- Kopi Aloo, tenant Lokananta sejak Maret 2024, aktif mengadakan berbagai kegiatan kreatif di Solo.
- Kopi Aloo meluncurkan toko buku alternatif bernama Matapatjar yang menyediakan beragam buku dari penerbit lokal.
- Matapatjar diresmikan pada 15 Maret 2026 melalui acara pembacaan karya "Na Willa" yang dihadiri komunitas Solo.
SuaraSurakarta.id - Terhitung sejak tanggal 10 Maret 2024 silam, Kopi Aloo menjadi bagian dari tenant Lokananta. Tidak hanya menyajikan sajian menu serta fasilitas ruang yang memberi kenyamanan pengunjung,
Kopi Aloo juga menginisiasi sejumlah kegiatan. Mulai dari crafting, forum diskusi, pameran dan juga sesi obrolan buku.
Di sejumlah momen seperti musim liburan Natal dan Tahun Baru di tahun pertama, Kopi Aloo juga berkolaborasi dengan Galeri Lokananta dalam bentuk paket khusus kunjungan dan sesi dengar koleksi piringan hitam Lokananta.
Dapat dikatakan Kopi Aloo menjadi satu di antara deretan tenant yang secara aktif mengembangakan ekosistem kreatif di Kota Solo.
Baca Juga:5 Fakta Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor di Warung Kopi Jebres
Di awal tahun ini, Kopi Aloo membuat terobosan baru dengan menambah lini usaha baru serupa toko buku alternatif dengan nama Matapatjar.
Di sini para pembaca dapat menemukan beragam buku dari berbagai penerbit lokal. Keberadaan Matapajar tidak terlepas dari Patjarmerah yang telah terlebih dahulu mengisi salah satu sudut Matalokal.
Di tengah minimnya inisiasi toko buku alternatif, kehadiran Patjarmerah membuka kesempatan bagi para pembaca maupun pelancong yang berkunjung ke Lokananta dapat membawa serta bacaan sebagai buah tangan.
Minggu (15/3/2026), sejumlah kalangan yang berasal dari komunitas baca yang berada di wilayah kota Solo dan sekitar hadir menandai perjalanan Matapatjar lewat gelaran istimewa, yaitu membaca Na Willa.
Sebuah karya dari Reda Gaudiamo yang mencuri perhatian publik ketika diadaptasi ke layar lebar dan diputar sebagai sebuah tontonan di hari raya. Sajian ini semakin istimewa tatakala para pembaca anak-anak turut hadir. Termasuk keluarga kecil yang jauh-jauh datang dari Boyolali.
Baca Juga:Protes Dipasang Stiker 'Belum Bayar Pajak', Pemilik Kedai Kopi: Ini Sangat Tidak Manusiawi
Cahya selaku perwakilan dari Matapatjar membuka acara sebagai bentuk perkenalan sekaligus menyampaikan bahwa Kopi Aloo terbuka bagi komunitas yang ingin memanfaatkan ruang ataupun beraktivistas bersama di Kopi Aloo. Sesi acara selanjutnya dipandu oleh Danang Rusdy (@ke.ruang, Galeri Lokananta).
Acara berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam dan berlanjut dalam sesi ramah tamah sambil buka bersama. Peserta diskusi berbaur dengan para pengunjung Kopi Aloo yang larut memilih buku-buku di rak yang tersedia.
Sebagian besar pengunjung berharap bahwa ke depan Matapatjar dapat membawa kegairahan dan kesenangan bagi para pegiat literasi di Kota Solo dan sekitarnya.
Pihak Matapatjar mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partispasi dari teman-teman komunitas, yaitu Labuanburjo #bacadiburjo, Sobomaos, Solo Book Party, Boyolali Book Club, Carpediem Bookstore, Omah Buku Bahagia, Berbungah, Lontang Lantung.soc, Ke.ruang dan Srawung Emak.