Surya Paloh Apresiasi Inovasi Quantum Stem Cell Karya Deby Vinski di Celltech

Surya Paloh jalani terapi stem cell di Indonesia, soroti kemajuan kedokteran regeneratif & SDM ahli nasional. Ini peluang besar majukan medical tourism.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 15 Maret 2026 | 08:00 WIB
Surya Paloh Apresiasi Inovasi Quantum Stem Cell Karya Deby Vinski di Celltech
Perkembangan teknologi kedokteran regeneratif di Indonesia kembali mendapat sorotan setelah tokoh nasional Surya Paloh menjalani tindakan preventif melalui terapi stem cell di Celltech Stem Cell Centre. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Surya Paloh menjalani terapi stem cell preventif di Celltech Stem Cell Centre, menyoroti perkembangan kedokteran regeneratif Indonesia.
  • Prosedur dilakukan oleh Presiden Organisasi Stem Cell dunia, Deby Vinski, menggunakan teknologi C-Arm untuk presisi injeksi.
  • Perkembangan ini berpotensi menjadikan Indonesia pusat layanan stem cell dan meningkatkan ekosistem medical tourism nasional.

SuaraSurakarta.id - Perkembangan teknologi kedokteran regeneratif di Indonesia kembali mendapat sorotan setelah tokoh nasional Surya Paloh menjalani tindakan preventif melalui terapi stem cell di Celltech Stem Cell Centre.

Langkah tersebut tidak hanya mencerminkan pilihan pribadi dalam menjaga kesehatan, tetapi juga menyoroti semakin berkembangnya layanan terapi sel punca (stem cell) di dalam negeri yang didukung teknologi modern dan tenaga ahli Indonesia.

Terapi stem cell merupakan salah satu pendekatan dalam Regenerative Medicine, yakni cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan kemampuan sel untuk memperbaiki atau meregenerasi jaringan tubuh yang rusak. Teknologi ini banyak diteliti untuk berbagai kondisi medis, mulai dari gangguan sendi, tulang belakang, hingga upaya pencegahan penuaan jaringan.

Tindakan yang dijalani Surya Paloh dilakukan oleh Deby Vinski, Presiden Organisasi Stem Cell dunia, peneliti dan praktisi stem cell yang aktif di berbagai
forum ilmiah internasional.

Baca Juga:Surya Paloh Tak Bisa Datang ke Pernikahan Kaesang karena Berobat ke Luar Negeri

Deby menempuh pendidikan di Dresden International University serta meraih gelar doktoral di Rusia, dan dikenal aktif mempublikasikan penelitian di jurnal ilmiah internasional terkait terapi sel punca dan anti-aging medicine.

Menurut Deby, perkembangan teknologi stem cell di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan hadirnya fasilitas penelitian dan klinis yang semakin terstandar.

"Prosedur terapi dilakukan di ruang tindakan berteknologi C-Arm, perangkat pencitraan radiologi yang memungkinkan dokter melihat posisi anatomi pasien secara real-time selama tindakan medis," kata dia, Minggu (15/3/2026).

Teknologi ini membantu meningkatkan presisi injeksi sel punca, khususnya pada area tulang belakang dan sendi lutut.

Dalam prosedur tersebut, Deby Vinski bekerja sama dengan dr. Sunaryo, SpOT, seorang dokter spesialis ortopedi dari RSPPN Panglima Besar Soedirman.

Baca Juga:Surya Paloh Tegaskan Partai NasDem Saat Ini Tetap Menjadi Bagian Koalisi Pemerintah

Terapi difokuskan pada pendekatan regeneratif untuk area tulang belakang serta knee rejuvenation, yang bertujuan mendukung perbaikan jaringan sendi secara biologis.

Pilihan Surya Paloh untuk menjalani terapi di Indonesia juga dinilai mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan ilmuwan dan tenaga medis nasional. Selama ini, terapi stem cell sering dikaitkan dengan layanan medis di luar negeri, terutama di negara dengan industri medical tourism yang kuat.

Dengan berkembangnya fasilitas riset dan klinik di Indonesia, para pakar melihat peluang besar bagi negara ini untuk mengembangkan ekosistem medical tourism berbasis kedokteran regeneratif. Selain memberikan akses layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat, sektor ini juga berpotensi meningkatkan kontribusi ekonomi melalui kunjungan pasien dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah tokoh nasional dan pelaku usaha diketahui telah menjalani terapi serupa di fasilitas medis dalam negeri, menandakan meningkatnya minat terhadap pendekatan pengobatan berbasis bioteknologi ini.

Ke depan, para peneliti berharap perkembangan stem cell di Indonesia tidak hanya terbatas pada layanan klinis, tetapi juga diperkuat melalui penelitian ilmiah, kolaborasi internasional, serta regulasi yang mendukung inovasi medis.

Dengan kombinasi teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan kesehatan, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu pusat penelitian dan layanan stem cell therapy di kawasan Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak