- FX Hadi Rudyatmo kini menjadi kader biasa PDIP Solo setelah 25 tahun menjabat ketua, namun tetap akan berjuang memenangkan partai pada 2029.
- Aktivitasnya kini kembali fokus sebagai tukang las, bersosial, serta aktif sebagai prodiakon di Gereja Purbaya.
- Rudy menerima penghargaan Leit Star dari Megawati atas 48 tahun loyalitasnya pada partai, siap mendukung ketua DPC baru.
SuaraSurakarta.id - FX Hadi Rudyatmo kini menjadi kader biasa usai tidak masuk struktur kepenggurusan DPC PDIP Kota Solo. Meski demikian, ia akan tetap ikut berkontribusi dan berjuang memenangkan PDIP di tahun 2029 mendatang.
Kini aktivitas sehari-hari tetap bermasyarakat dan bersosial. Bahkan sekarang menjadi tukang las.
"Aktivitas sama, satu ngurus partai tentang hal-hal program-program partai nanti apa kita bantu," terang dia saat ditemui, Senin (12/1/2026).
Rudy menegaskan, yang kedua kembali menjadi tukang las seperti dulu. Kemudian yang terpenting itu tetap bersosial di masyarakat.
Baca Juga:Jelang Pengumuman Ketua DPD PDIP Jateng, Muncul Spanduk Dukungan ke FX Rudy, Fix Terpilih?
"Yang kedua tetap tukang las. (Kemasyarakatan masih) Masih jalan terus. Saya masih jadi prodiakon di Gereja Purbaya, biarpun 10 kali periode tetap tugas," jelasnya.
Rudy sendiri sudah menjadi ketua DPC PDIP Kota Solo kurang lebih selama 25 tahun atau sejak tahun 2000. Namun menjadi kader PDIP sudah sangat lama sebelum menjadi PDIP sekitar 48 tahun.
Bahkan sebagai kader yang loyal dan patuh pada PDIP, Rudy pun diberi penghargaan Leit Star dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP kemarin.
"Tentunya ibu menilai sebagai saya ini sudah 48 tahun ikut partai, mulai dari PDI segi lima sampai dengan PDIP," ungkapnya.

Rudy mengatakan masuk PDI itu mulai dari Badan Koordinator Desa (Bakordes). Lalu menjadi sekretaris Komcat hingga ketua DPC PDIP Kota Solo selama lima periode.
Baca Juga:Diusulkan 5 PAC, Tak Ada Karpet Merah Rheo Fernandes, Meski Putra Ketua DPC PDIP Solo
"Jadi mulai dari bakordes, sampai dengan sekretaris komcat terus jadi PAC Pro Meg tahun 1996, tahun 1998 saya menjadi ketua PAC PDIP setelah kongres luar biasa di Bali dengan PDIP yang keluar itu. Sehingga tahun 2000, saya dipilih menjadi ketua DPC, kira-kira ya loyalitas sosialnya ke partai, mungkin itu yang jadi pertimbangan," papar dia.
"Lantas soliditas dan saya tetap taat dan patuh terhadap ketua umum. Dan tidak pernah saya ke partai yang lain. Dari PDI Segi Lima sampai dengan PDIP," lanjutnya.
Rudy mengaku kaget saat mendapatkan penghargaan dari ketua umum. Karena saat rakernas kemarin datang sebagai tamu undangan saja.
"Saja juga terkejut kalau dapat penghargaan itu. (Nggak dikabari) Nggak, ya tahu-tahu saja. Terakhir saya jam 11.00 ditelepon untuk membacakan Dedication of Life, itu saja, itu juga tidak ada persiapan," kata mantan Wali Kota Solo ini.
"Saya datang baru disuruh baca, ya saya baca gitu saja. Karena ya mungkin hampir samalah dengan ajaran Bung Karno selama ini. Pengabdian saya dengan Tuhan, dengan PDIP dan dengan bangsa dan negara tentunya," sambungnya.
Setelah 48 tahun berada di PDIP, sekarang Rudy menjadi kader biasa. Rudy pun tidak masalah tidak masuk dalam struktur kepenggurusan di DPC PDIP Kota Solo.