Pakar Hukum UNS : Pemilu Raya PSI Bisa Dijadikan Role Model

Menurutnya, pemilihan ketua umum dengan sistem 'one man one vote' menurutnya, sangat lah baik.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 18 Juli 2025 | 06:00 WIB
Pakar Hukum UNS : Pemilu Raya PSI Bisa Dijadikan Role Model
Pengamat hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto. [Dok Pribadi]

SuaraSurakarta.id - Pakar hukum tata negara yang juga pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto mengatakan Pemilu Raya PSI bisa dijadikan role model untuk partai lain di Indonesia.

Menurutnya, pemilihan ketua umum dengan sistem 'one man one vote' menurutnya, sangat lah baik.

"Begini, kalau dilihat secara prosedur, tata cara dan  mekanisme yang dibuat PSI dalam memilih ketum itu sangat baik. Karena menggunakan mekanisme pemilu raya," ujar Agus, Jumat (18/7/2025).

Sekretaris UNS yang menjadi salah satu panelis debat capres dan cawapres  jelang Pemilu 2024 ini mengatakan, pemilu raya melibatkan semua stakeholder partai dan partai itu dihormati untuk memilih ketua umum secara demokratis di tingkat internal partai.

Baca Juga:Jokowi Dikabarkan Bakal Jadi Dewan Pembina PSI, Ini Respon Kaesang Pangarep

"Itu sangat baik karena itu tradisi baru dalam rekrutmen lemimpin politik di elit partai ya. Karena selama ini partai-partai tidak melakukan hal yang sama itu. Biasanya partai-partai yang melakukan dengan cara pemilihan tertutup atau formatur. Kalau PSI beda, dia menggunakan mekanisme yang inovatif dalam rekrutmen pemimpin partai politik," katanya.

Calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) petahana, Kaesang Pangarep melakukan kampanye Pemilu Raya PSI di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (15/7/2025). (Foto dok. PSI)
Calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) petahana, Kaesang Pangarep melakukan kampanye Pemilu Raya PSI di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (15/7/2025). (Foto dok. PSI)

"Jadi saya apresiasi positif caranya itu, ya karena mestinya itu menjadi role model bagi partai-partai kita dalam memilih pimpinan partai supaya demokratisasi internal terwujud. Karena problem partai selama ini lebih condong kepada kekuatan tokoh ya dari pada kader," tandasnya.

Menurut dia, selama ini partai-partai yang ada basisnya selalu tokoh. Sehingga melihat partai itu selalu melihat tokohnya.

"Tidak banyak partai yang dengan mekanisme yang memberi ruang pada semua orang memiliki kesempatan yang sama gitu. Nah ini disebut dengan partai kader.  Problem kita kan di situ ya, PSI mencoba untuk itu," katanya.

Agus menambahkan, mekanisme yang baik tersebut harus bisa diikuti oleh partai lain dalam memilih pemimpin partai. Karena problem sistem kepartaian Indonesia saat ini adalah problem tidak demokratisnya rekrutmen pemimpin partai politik.

Baca Juga:Jelang Kongres, Satpol PP Copot Ratusan Bendera PSI di Solo, Ada Apa?

 "Jadi kalau kita baca di undang-undang partai politik UU 3 rahun 2011 tentang partai politik itu kan dikatakan bahwa pemimpin partai politik itu kan harus dipilih secara demokratis.
Bahkan di undang-undang pemilu juga begitu kan rekrutmen itu dilakukan secara internal dengan cara demokratis," ucapnya.

"PSI memulai itu dengan melibatkan semua konstituen partai. Sehingga sangat terbuka, semua orang berkesempatan menjadi ketum," sambungnya.

Siapapun yang terpilih menjadi ketua umum, menurut Agus, ada beberapa catatan menarik yang harus dilakukan oleh PSI.

Di antaranya harus berjuang untuk memperkuat basis konstituen agar lolos parliamentary threshold
pada Pemilu tahun 2029.

 "PSI partai yang sudah berjuang di awal Pemilu 2024. Ya harapannya kan kemarin menjadi kendaraan baru bagi keluarga Jokowi ya. Tapi hasilnya kan enggak maksimal ya enggak masuk parliamentary threshold. Jadi kalau mau partai ini punya catatan menarik jadi harus berjuang untuk memperkuat basis konstituen agar dia lolos PT di 2029," katanya.

"Tugas berat lolos di PT gitu, bagaimana caranya PSI lebih tahu. Yang penting gunakan cara-cara yang sehat, bukan cara yang tidak sehat. Tentu kaderisasi yang lebih kuat kemudian isu yg dibangun lebih baik gitu," katanya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak