"Yang diharapkan beliau itu adalah semua itu damai, hidup damai. Kesejahteraan itulah yang diinginkan oleh Bapak Paus," sambungnya.
Rudy pernah datang ke Vatikan dan bertemu langsung sama Pau Fransiskus pada 2024 lalu. Sebagai pemimpin, sikapnya dinilai tidak pernah berubah.
"Dulu saya cium tangan beliau, juga berkerumunan di situ dan ndak ada masalah. Teman-teman saya banyak juga di situ, yang lebih mengesankan beliau sempat membasuh kaki para tawanan atau membasuh kaki umat Katolik yang dipenjara," jelas dia.
Rudy menambahkan Paus Fransiskus sosok yang sangat mengutamakan kemanusiaan dan cinta kasih untuk sesama tanpa memandang suku, agama dan golongan.
Baca Juga:Realisasikan Janji, Ini Momen Wali Kota Solo Ngantor di Kelurahan
![Paus Fransiskus meninggal dunia. [Getty Image]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/22/51823-paus-fransiskus-meninggal-dunia-getty-image.jpg)
Pesan beliau yang selalu diingat itu untuk selalu meningkatkan pelayanan dan meningkatkan cinta kasih.
"Sosoknya itu mengutamakan kemanusiaan. Pesan ke kita itu untuk lebih meningkatkan pelayanan dan meningkatkan cinta kasih terhadap sesama itu, itu harus lebih dibandingkan sebelum-sebelumnya. Hal baik tentunya, mesti itu harus saya lakukan untuk kepentingan bersama," pungkasnya.
Sebelum wafat, pada awal Februari lalu, Paus dirawat di Rumah Sakit Gemelli karena menderita bronkitis selama beberapa hari.
Kondisi pemimpin Gereja Katolik tersebut semakin memburuk, dan pada Selasa (18/2), Paus didiagnosis menderita pneumonia bilateral. Setelah dirawat selama 38 hari, Paus akhirnya pulang ke kediamannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus.
Baca Juga:Rencana Tampung Eks Buruh PT Sritex, Wali Kota Solo: Akan Kita Pekerjakan
Ia menilai wafatnya Paus adalah sebuah 'kehilangan' seseorang pemimpin agama yang gigih memperjuangkan perdamaian lintas bangsa dan agama.