"Memang benar ada kebocoran di bagian atap. Maret sudah kita lelang dan pedagang ayem," ujarnya.
Untuk perbaikannya itu semua bagian atap diganti, kalau bangunannya masih bagus. Nanti yang awalnya seng diganti dengan rooftop, jadi tidak panas.
"Mengganti atapnya saja, kalau yang lain masih layak dan bagus. Ganti bahannya rooftop, jadi atap yang sekarang hilang semua dibongkar total diganti baru," ungkap dia.
Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kliwon, Suryani mengatakan sudah lima tahun kondisinya rusak seperti ini. Sebagian besar atap itu rusak dan sudah tidak layak lagi.
Baca Juga:Polemik PDIP vs KIM Plus di DPRD Kota Solo Berlanjut, Kini Pembentukan Alkap Masih Alot
"Jadi sudah mengalami panas kepanasan dan hujan kehujanan hingga kebanjiran. Dulu ada jatuh kepleset karena memang licin," tuturnya.
Suryani menambahkan di Pasar Kliwon ini tidak yang jualan sayur dan kebutuhan pokok tapi juga ada percetakan. Saat hujan turun banyak barang-barang pedagang yang rusak, basah, dan keluar rayap.
"Tercatat ada 332 pedagang, tapi yang aktif hanya beberapa pedagang saja. Sebagian besar kosong tidak berjualan," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Geger RAPBD 2025 Belum Disahkan, Pemerintahan Kota Solo Bisa Lumpuh