Untuk rasa es gabus yang diproduksi bervariatif tidak hanya satu atau dua rasa seperti dulu. Sehingga banyak yang suka dan tertarik.
"Kalau dulu itu cuma satu rasa yakni vanila. Sekarang saya buat itu delapan rasa, jadi rasanya lebih kekinian," imbuh dia.
Delapan rasa itu ada vanila, coklat dark coklat, stroberi- bubble gum, greentea-manggo, durian dark coklat, avocado- hazelnut, semangka-kurma, dan banana- grape.
"Pas awal membuat hanya satu rasa lalu coba dua rasa, tiga rasa hingga delapan rasa seperti saat ini," ucapnya.
Baca Juga:Serikat Kawula Sedasa Rangkul Pengemudi Ojek Online Menangkan Gusti Bhre di Pilkada Solo 2024
Dulu pas awal-awal itu jualannya di Festival Payung Indonesia pertama di Taman Balekambang. Jualan pertama dan kedua itu tidak laku tidak ada yang beli sama sekali.
"Tapi alhamdulillah, jualan berikutnya bisa laku banyak. Orang-orang pada suka, awalnya menyicipi lama-lama beli lagi," kenang dia.
Untuk peminatnya anak-anak tapi ada juga orang dewasa dan orang tua yang beli. Biasanya yang remaja dan orang tua itu untuk nostalgia dengan es gabus yang dulu sangat populer.
"Banyak yang nostalgia zaman dulu. Ketika dulu makan es gabus, sekarang nostalgia untuk makan kembali," ungkapnya.
Yusuf menjamin bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es gabus itu sudah tersertifikasi halal. Jadi sudah dicek dan disurvei, proses produknya juga terjamin kualitasnya.
Baca Juga:Cerita Seniman Pigura Solo 'Bawa' Wajah Prabowo Subianto dalam Rangkaian Uang Koin
"Bahan dan proses produksinya semuanya terjamin. Bahkan sudah tersertifikasi," terangnya.