Ini 5 Kerajaan Mataram yang Runtuh dan Rata dengan Tanah, Ada di Yogyakarta dan Solo

Mataram Islam mulai eksis pada tahun 1586 yang didirikan oleh Danang Sutawijaya alias Panembahan Senopati

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 22 November 2023 | 09:24 WIB
Ini 5 Kerajaan Mataram yang Runtuh dan Rata dengan Tanah, Ada di Yogyakarta dan Solo
Tembok bekas Keraton Kartasura atau kerajaan mataram. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Kerajaan Mataram Islam mulai eksis pada tahun 1586 yang didirikan oleh Danang Sutawijaya alias Panembahan Senopati. Ia menjadi raja pertama Mataram Islam yang memiliki keraton di Kotagede, Yogyakarta. Sejak itulah terdapat tujuh keraton Mataram Islam.

Di antaranya adalah Keraton Kotagede, Kerto, Pleret, Kertasura, Surakarta, Ambarketawang, dan Yogyakarta. Dari tujuh keraton tersebut, lima di antaranya sudah runtuh bahkan ada yang rata dengan tanah. Berikut ini adalah 5 keraton Mataram Islam yang telah runtuh tersebut.

1.     Keraton Kotagede

Kotagede ini adalah keraton pertama pada awal berdirinya Mataram Islam yang merupakan tanah perdikan berupa Alas Mentaok pemberian Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pemanahan pada 1556. Tanah tersebut diberikan pada putranya Danag Sutawijaya alias Panembahan Senopati.

Baca Juga:Sejarah Panjang Mataram, Awal Berdirinya Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta

Ia kemudian mengembangkan kadipaten menjadi kerajaan dan membangun Benteng Baluwarti dan Cepuri. Baru pada tahun 1586, Panembahan Senopati memproklamasikan Mataram sebagai kerajaan. Wafatnya Sultan Hadiwijaya (1587) memantapkan Mataram sebagai kerajaan penerus Pajang.

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, yakni raja ketiga Kerajaan Mataram dibangun di beberapa tempat, karena menilai Kotagede sudah terlalu kecil. Ia membangun keraton di Kerto, Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada tahun 1616. Sejak itu, Kotagede ditinggalkan dan tidak terurus hingga runtuh.

2.     Keraton Kerto

Keraton ini menjadi pusat kepemimpinan Sultan Agung. Keraton ini lebih luas dibandingkan dengan Keraton Kotagede. Sepeninggal Sultan Agung, raja Mataram selanjutnya, Amangkurat I membangun keraton baru, yakni Keraton Pleret yang tidak jauh dari Keraton Kerto.

Keraton Pleret diketahui lebih megah. Bahan bangunan dari Keraton Kerto diambil untuk membangun keraton yang satu ini. Setelah ditinggalkan, Keraton Kerto menjadi tidak terurus. Akibatnya, seiring berjalannya waktu, keraton Pleret rata dengan tanah dan menjadi pemukiman penduduk.

Baca Juga:Marak Alih Fungsi Cagar Budaya, Forum Budaya Mataram Nilai Pemerintah Kurang Beri Perhatian

3.     Keraton Pleret

Keraton yang dirancang untuk Amangkurat I ini sangat megah. Bahkan, keraton ini dilengkapi dengan tempat pemandian yang luas dan laut buatan yang disebut Segara Yasa. Namun, kekuasaan Amangkurat I diwarnai dengan berbagai konflik. Bahkan, ia memiliki hubungan panas dengan putra mahkota, Raden Mas Rahmat.

Raden Mas Rahmat ini kemudian menjadi Amangkurat II penerus kerajaan Mataram Islam. Ia yang kecewa dengan sang ayah, bekerja sama dengan Raden Trunojoyo dari Madura untuk menyerang Keraton Pleret.

Setelah berhasil menjarah harta bendanya, Keraton Pleret kemudian dibakar oleh pasukan Raden Trunojoyo. Raden Mas Rahmat yang kemudian meneruskan tahta sang ayah enggan menggunakan Keraton Pleret.

Amangkurat II ini kemudian membangun membangun dan memindahkan Kerajaan Mataram ke Keraton Kartasura. Sejak itu, Keraton Pleret tidak terurus dan rata dengan tanah di Bantul, Yogyakarta.

4.     Keraton Kartasura

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini