Kisah Tumenggung Endranata, Penghianat Mataram yang Diinjak-Injak Sampai Kiamat di Kompleks Makam Raja Yogyakarta

Indonesia mencatat sejarah sosok pengkhianat yang dimutilasi hingga jenazahnya akan diinjak-injak sampai kiamat tiba di Yogyakarta. Dia adalah Tumenggung Endranata

Budi Arista Romadhoni
Senin, 20 November 2023 | 08:19 WIB
Kisah Tumenggung Endranata, Penghianat Mataram yang Diinjak-Injak Sampai Kiamat di Kompleks Makam Raja Yogyakarta
Kompleks makam para raja Imogiri dibagi atas dua kerajaan, Yogyakarta dan Surakarta yang diturunkan dari trah Sultan Agung, Raja Mataram [Suara.com/ukirsari].

Lantaran hal itu, Belanda mengetahui titik kelemahan pasukan Mataram dan membakar lumbung-lumbung padi yang telah dibangun. Meski begitu, Mataram tetap melancarkan serangan ke Batavia. Pada tanggal 20 September 1629, Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen tewas karena diracun oleh Utari, pelayannya yang merupakan agen Mataram.

Namun, Mataram kembali harus mundur karena kekurangan logistik dan terlanda kelaparan. Kegagalan yang kedua kalinya itu membuat Sultan Agung murka. Apalagi, kegagalan tersebut terjadi akibat pengkhianatan Tumenggung Endranata.

Hal itulah yang membuat kerajaan membuat keputusan tegas,, Tumenggung Endranata dihukum pancung. Bahkan, untuk memberikan pesan bahwa pengkhianatan pada kerajaan adalah dosa besar, tubuh dan kepala Tumenggung Endranata dikubur secara terpisah.

Kepala Tumenggung Endranata dikuburkan di antara dua gapura Sapit Urang yang ada di kawasan makam Sultan Agung. Sementara, badannya dikuburkan di anak tangga menuju makam Sultan Agung. Dengan begitu, Tumenggung Endranata akan selalu diinjak-injak para peziarah hingga kiamat tiba.

Baca Juga:Dekorasi Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Loji Gandrung, Mengambil Tema 'Mataram Islam'

Makam Sultan Agung sendiri berada di kawasan makam-makam raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tak sedikit peziarah yang kemudian menyempatkan diri untuk menginjak anak tangga yang didesain khusus untuk kuburan Tumenggung Endranata.

Kontributor : Dinnatul Lailiyah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini