Haris menambahkan, sebenarnya Dekan FKOR sudah tabayun dan ingin klarifikasi tapi tidak bisa ditemui malah yang menemui kuasa hukum MWA.
Pernah mencoba ingin klarifikasi lewat surat yang diwakilkan lewat senat akademi fakultas tapi tidak tanggapi.
"Kita menunggu itikad baik dari MWA untuk memanggil kita, tapi juga tidak dilaksanakan. Sehingga kita melakukan aksi solidaritas moral," jelas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Pengamat Politik UNS: Kaesang Pangarep Lebih Tepat Maju Eksekutif Tahun 2029