Dokter Ajak Orang Tua Jadikan Obat Pilihan Terakhir Saat Anak Sakit: Yang Penting Istirahat

Dokter mengajak para orang tua untuk menjadikan obat sebagai metode penyembuhan pilihan terakhir saat anaknya bergejala sakit

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 11 November 2022 | 10:43 WIB
Dokter Ajak Orang Tua Jadikan Obat Pilihan Terakhir Saat Anak Sakit: Yang Penting Istirahat
Ilustrasi obat. Dokter mengajak para orang tua untuk menjadikan obat sebagai metode penyembuhan pilihan terakhir saat anaknya bergejala sakit. (Pexels)

SuaraSurakarta.id - Munculnya penyakit baru gagal ginjal akut misterius membuat para dokter lebih hati-hati memberikan obat kepada pasiennya. Selain itu juga meminta masyarakat tidak tergesa-gesa memberikan obat. 

Hal itu untuk memberikan pemahaman, pemberian obat adalah jalan terakhir saat anak merasakan gejala sakit. 

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengajak para orang tua untuk menjadikan obat sebagai metode penyembuhan pilihan terakhir saat anaknya bergejala sakit.

"Prinsipnya, obat itu jalan terakhir, yang penting istirahat. Demam itu situasi kondusif, tidak perlu buru-buru, bisa dengan kompres hangat atau rendam air hangat, tapi lihat kondisi umum anak juga," kata Piprim dikutip dari ANTARA pada Jumat (11/11/2022).

Baca Juga:Polres Sukabumi Berhasil Menangkap 17 Tersangka Pengedar Narkoba dan Miras

Ia mengatakan, bayi usia satu bulan yang mengalami demam menandakan ada sakit serius dan perlu dicari penyebabnya. Tapi jika di atas tiga bulan, badan hangat bisa pakai metode lain.

"Kalau anak demam tinggi bisa diberikan obat tablet yang dipecah, disesuaikan dengan berat badannya. Kalau demam tinggi bisa diberikan obat sesuai resep dokter," katanya.

Pernyataan itu disampaikan Piprim terkait dengan kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan obat sirop di tengah proses penyelidikan kasus gangguan ginjal akut di Indonesia.

Secara terpisah, Wakil Ketua PP Ikatan Apoteker Indonesia sekaligus Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjajaran Prof Keri Lestari memberikan alternatif obat aman yang bisa dikonsumsi selama pemberlakuan larangan obat sirop.

"Pilihannya sekarang cari aman ke puyer," katanya.

Baca Juga:BPOM: Lagi, Dua Industri Farmasi Terbukti Langgar Ketentuan Bahan Baku

Jika anak tidak suka atau tidak terbiasa mengonsumsi puyer, karena rasanya pahit dan sering dimuntahkan, ia menyarankan orangtua membuat sirup dadakan dengan pemanis tambahan seperti madu.

"Di sendok, dikasih air, dikasih madu. Sehingga anak merasa minum madu," katanya.

Ia juga meminta orangtua agar dapat mempertimbangkan memilih dokter anak yang bijak menimbang risiko dan manfaat dalam pemberian obat.

Sebelumnya, Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Dicky Budiman mengatakan terdapat sejumlah pelajaran penting yang perlu diambil dari kasus gangguan ginjal akut.

Dari sisi kebijakan pemerintah, yang perlu diperhatikan antara lain akuntabilitas kerja, transparansi data, dan manajemen data.

"Pelajaran yang kita ambil dari kasus gangguan ginjal akut ini adalah pentingnya good government," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak