Bandingkan dengan Malaysia, Abu Janda Soroti Kinerja Erick Thohir dan Ahok Soal Kenaikan Harga BBM: Paling Mahal!

Abu Janda turut angkat suara mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi, ia menyebut harga bensin di Indonesia sangat mahal jika dibandingkan di Malayasia

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 07 September 2022 | 07:44 WIB
Bandingkan dengan Malaysia, Abu Janda Soroti Kinerja Erick Thohir dan Ahok Soal Kenaikan Harga BBM: Paling Mahal!
Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. [Instagram @permadiaktivis2]

SuaraSurakarta.id - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda turut angkat suara mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi.

Abu Janda turut resah dengan keputusan pemerintah yang akhirnya menaikan harga BBM bersubsidi, pada Sabtu (03/08/2022).

"Jadi soal BBM naik ini ya, ini hitung-hitungan saya orang bodoh," buka Abu Janda melalui akun instagramnya yang dikutip Rabu (7/9/2022).

Dalam pengamatannya, ia menemukan bahwa harga BBM di Indonesia kalau tidak disubsidi ternyata jauh lebih mahal dari negara Malaysia.

Baca Juga:Ekonom Tanggapi Kenaikan Harga BBM, Faisal Basri: Ringankan Beban Rakyat

"Pak Jokowi bilang harga pertalite RON90 kalau tidak disubsidi Rp17.100 perliter. Harga RON89 di Vivo sekarang Rp10.900 ini harga tidak disubsidi," ucap Abu Janda.

"Harga bensin RON97 di Malaysia kualitasnya jauh di atas pertalite Rp14.200 ini harga tidak disubsidi," sambungnya.

Atas temuannya itu, Abu Janda menilai mungkin terdapat kesalahan manajemen di pihak pertamina yang menyebabkan harga bensin di Indonesia mahal.

"Artinya jika semua harga bensin tidak disubsidi. Harga bensin di Indonesia paling mahal. Berarti kesalahannya ada di Pertamina dong, tidak efesien atau ongkos produksinya terlalu tinggi?," ungkapnya.

Ia pun berharap kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama untuk memperbaiki sistem manajemen maupun pengelolaan di Pertamina.

Baca Juga:Pengemudi Ojol Soal Tarif Ditengah BBM Naik, Gedean Capeknya daripada Ongkosnya

"Jadi yang harus dibenahi ini pertamina, masa jualan bensin paling mahal, rugi pula Rp191 triliun. Maaf pak Erick Thohir katanya bapak lagi benah-benah BUMN, benahi pak, cc juga pak Basuki Tjahaja Purnama," pintanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini