facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kantong Jebol Karena Belanja Online? Ini Lima Tips Shopping Daring Kian Hemat

Ronald Seger Prabowo Rabu, 09 Februari 2022 | 06:10 WIB

Kantong Jebol Karena Belanja Online? Ini Lima Tips Shopping Daring Kian Hemat
Seorang perempuan melakukan aktivitas belanja lewat ponsel. [dok]

Tips itu diungkapkan Kepala Senior Komunikasi Eksternal Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya.

SuaraSurakarta.id - Ada sejumlah kiat yang bisa dilakukan agar belanja online  agar semakin hemat, mulai dari memanfaatkan fitur hingga mencatat waktu pemberian potongan harga atau diskon.

Tips itu diungkapkan Kepala Senior Komunikasi Eksternal Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya.

"Sebetulnya banyak sekali yang bisa dimanfaatkan masyarakat agar belanja kebutuhan rumah tangganya maupun dalam membeli produk menjadi lebih hemat," kata Ekhel dikutip dari ANTARA, Selasa (8/2/2022).

Tips pertama yakni memanfaatkan deretan program bebas ongkos kirim (ongkir).

Baca Juga: Protes karena Ukuran Baju Tak Sesuai, Aksi Pembeli Menolak Menerima Paket Ini Malah Bikin Emosi

Tips kedua dengan menggunakan fitur-fitur yang terdapat di Tokopedia, seperti fitur urutkan atau filter. Fitur urutkan bisa memudahkan konsumen mencari produk dengan harga termurah hingga termahal.

Sementara fitur filter bisa digunakan untuk mencari penjual yang lokasinya terdekat dari tempat tinggal konsumen, sehingga biaya ongkos kirim bisa semakin ditekan.

"Masyarakat juga bisa memanfaatkan berbagai promo yang sedang berlangsung," ucap Ekhel.

Tips selanjutnya dengan mendaftar program loyalitas TokoMember. Ekhel mengatakan Melalui program itu, pembeli bisa memperoleh nilai tambah khusus dari penjual, seperti tambahan diskon yang membuat kegiatan belanja semakin menyenangkan.

Tips terakhir yakni dengan mencatat waktu kerja diskon yang berlangsung beberapa kali dalam sehari.

Baca Juga: Curhat Wanita Belanja Online Jaket Warna Oranye, Kaget yang Datang Malah Mirip Outfit Tukang Sampah

"Itu lima tips yang bisa dimanfaatkan untuk membeli produk-produk dengan lebih tepat, lebih irit, lebih baik, mengingat belanja online masih menjadi alternatif dalam mengurangi risiko penyebaran virus," kata Ekhel.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait