Omicron Mulai Menyebar, Gibran akan Evaluasi Lampion Imlek

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan mengevaluasi keberadaan lampion Imlek 2022

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 02 Februari 2022 | 17:22 WIB
Omicron Mulai Menyebar, Gibran akan Evaluasi Lampion Imlek
Ilustrasi Lampion Imlek. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan mengevaluasi keberadaan lampion Imlek 2022. Hal itu karena menimbulkan kerumunan di kawasan Halaman Balai Kota Surakarta hingga depan Pasar Gede. (shutterstock)

SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan mengevaluasi keberadaan lampion Imlek 2022. Hal itu karena menimbulkan kerumunan di kawasan Halaman Balai Kota Surakarta hingga depan Pasar Gede.

"Ya nanti kami evaluasi lagi nggih," kata Gibran dikutip dari ANTARA di Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/2/2022).

Ia mengakui beberapa waktu terakhir ini jumlah kasus COVID-19 di Kota Solo mengalami kenaikan, termasuk varian baru, Omicron.

"Ya kan saya sudah bilang, pasti masuk (Omicron ke Solo, red.). Antisipasi wae," katanya.

Baca Juga:Waduh! Hujan Deras Disertai Angin, Lampion Shio Macan di Depan Balai Kota Solo Roboh

Terkait dengan wacana evaluasi keberadaan lampion tersebut, Ketua Panitia Imlek Bersama 2022 Surakarta Sumartono Hadinoto mengatakan akan mengikuti arahan dari Pemkot Surakarta.

"Diperintahkan pemkot kami akan langsung menjalankan, misalnya dikurangi jam lampu atau ditambah, nyala sampai akhir bulan Februari atau tidak maka kami siap melaksanakan," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini terus melaporkan kondisi terkini kepada pihak Pemkot Surakarta.

"Saya setiap hari selalu lapor ke Mas Wali, wawali, sekda. Semua tetap saya lapori. Begitu ada laporan masyarakat juga saya sampaikan ke Pak Wali," katanya.

Untuk membatasi kegiatan hiburan lampion Imlek yang dipasang di empat titik, seperti Kawasan Balai Kota-Pasar Gede, Kantor Radio Metta FM, dan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) hanya berlaku empat jam sejak 17.00-21.00 WIB.

Baca Juga:Tak Kalah Seru dari Pasar Gede, Warga Solo Nikmati Taman Lampion dan Atraksi Barongsai di Taman Sunan Jogo Kali

Dia menjelaskan operasional penyalaan lampu ini untuk membatasi masyarakat agar tidak terlalu lama berkumpul di kawasan lampion.

"Ini salah satu cara untuk mengurangi kerumunan. Jadi durasinya yang dipersingkat, setelah lampu dimatikan masyarakat langsung diminta meninggalkan lokasi dan area lampion kami semprot eco enzim dari PMI," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak