alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PON Papua Segera Tuntas, Kabar Duka Datang Atlet Lari yang Tewas Ditikam Suami

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 15 Oktober 2021 | 16:57 WIB

PON Papua Segera Tuntas, Kabar Duka Datang Atlet Lari yang Tewas Ditikam Suami
Ilustrasi pembunuhan. [Berita Jatim]

Polisi menangkap pelaku beberapa jam setelah memintanya padanya untuk menyerah.

SuaraSurakarta.id - Gelaran PON XX Papua 2021 segera tuntas dan akan ditutup dalam upacara di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Jumat (15/10/2021) pukul 19.00 WIT.

Meski demikian, kabar duka justru datang dari olahraga dunia, khususnya cabang olahraga (cabor) lari.

Atlet asal Kenya sekaligus pemenang olimpiade Agnes Tirop (25) ditemukan tewas dengan luka tikam. Polisi kemudian memburu suaminya yang menghilang, menjadikannya tersangka utama.

Diwartakan Solopos.com--jaringan Suara.com, Agnes yang mewakili Kenya di nomor 5.000 meter di Olimpiade Tokyo, ditikam di leher dengan pisau.

Baca Juga: PON Papua Sukses, Menpora: Kolaborasi Luar Biasa Lintas Instansi

Polisi mengatakan pada Kamis (14/10/2021) mereka telah menangkap Emmanuel Rotich di kota pesisir Mombasa, beberapa jam setelah memintanya padanya untuk menyerah.

“Tersangka telah ditangkap hari Kamis 14 Oktober dan ditahan di kantor polisi Changamwe. Saya dapat mengonfirmasi sekarang bahwa kami memiliki tersangka utama dalam tahanan kami,” Tom Makori, komandan polisi sub-county untuk Keiyo North, mengatakan kepada Reuters.

Direktorat Investigasi Kriminal mengatakan di Twitter bahwa Rotich ditangkap setelah menabrakkan mobilnya ke truk, mengatakan bahwa dia mencoba melarikan diri dari negara itu.

“Tersangka saat ini sedang diperiksa oleh detektif di kantor polisi Changamwe, untuk rincian lebih lanjut tentang pembunuhan itu, sebelum diadili untuk menjawab tuduhan pembunuhan,” kata direktorat tersebut.

Sebagai informasi, pada awal Oktober, Tirop menempati posisi kedua dalam lomba Giants Geneva 10K.

Baca Juga: Jawa Barat Juara Umum PON Papua, DKI Jakarta Kedua

Dia mengklaim medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2017 dan 2019 di 10.000 meter, dan memenangkan World Cross Country Championships 2015.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait