Kisah Sofah, Satu-satunya Perempuan Perajin Cobek yang Tersisa di Desanya

Cobek diminati konsumen jelang Maulid Nabi karena memiliki kekhasan yang terletak pada bagian bibir terdapat ukiran dengan motif Maulid.

Siswanto
Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:45 WIB
Kisah Sofah, Satu-satunya Perempuan Perajin Cobek yang Tersisa di Desanya
Cobek [Beritajatim]

Tapi setelah usia semakin menua, ""Sekarang kaki sudah kesemutan. Tangan juga tak sekuat dulu, Jadi bisanya cuma 50 cobek sehari." 

Sofah bersyukur di tengah banjir wadah berbahan plastik, hasil karyanya tetap diminati.

"Alhamdulillah, Tuhan selalu ngasih rejeki, meski saya sudah tak muda lagi. Lumayan untuk menyambung hidup mas," katanya. [Beritajatim dan Pasuruankab.go.id]

Baca Juga:Wisata Lesu,Wastafeluntuk Cuci Tangan Selamatkan Ekonomi Perajin Gerabah Klipoh Magelang

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak