alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Proyek Tol Solo-Jogja Tak Berani Menggusur, Yoni di Klaten Ternyata Simbol Seks

Ronald Seger Prabowo Kamis, 23 September 2021 | 16:00 WIB

Proyek Tol Solo-Jogja Tak Berani Menggusur, Yoni di Klaten Ternyata Simbol Seks
Yoni berbentuk kepala hewan yang berada di lahan terdampak tol Solo-Jogja di sawah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten, diduga benda cagar budaya (BCB). [Solopos/Taufiq Sidik Prakoso]

Yoni dengan bentuk kepala kura-kura yang dikenal warga dengan nama Candi Asu dipastikan tak digusur.

SuaraSurakarta.id - Pekerjaan proyek Tol Solo-Jogja di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten dikejutkan dengan penemuan artefak berbentuk Yoni.

Meski demikian, Yoni dengan bentuk kepala kura-kura yang dikenal warga dengan nama Candi Asu dipastikan tak digusur. Pelaksana proyek tol melakukan rekayasa teknis dengan membikin tol melayang di atas kawasan yoni.

Melansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Yoni merupakan istilah dalam bahasa Sansakerta yang memiliki arti tempat atau kandungan untuk melahirkan.

Yoni juga disebut sebagai objek pemujaan penting dalam agama Hindu yang melambangkan Dewa Parwati, istri Dewa Siwa.

Baca Juga: Ini Jadwal Pemadaman Listrik PLN di Kabupaten Karanganyar dan Klaten

Oleh sebab itu yoni biasanya dibuat berpasangan dengan lingga yang melambangkan Dewa Siwa. Pasangan lingga dan yoni biasanya dihubungkan dengan kehadiran candi.

Selain itu keduanya merupakan lambang dari kejantanan dan kesuburan. Lingga diibaratkan sebagai phallus dan yoni sebagai vagina. Apabila keduanya menyatu, maka akan terlahir kehidupan.

Dilansir situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lingga dimaknai sebagai pilar cahaya, simbol benih dari segala sesuatu yang ada di alam semesta.

Dewa Siwa kerap digambarkan sebagai sosok lingga yang mengandung energi penciptaan dan simbol organ maskulin. Namun, energi tersebut akan berfungsi apabila disatukan dengan shakti yang disimbolkan dalam wujud yoni, simbol organ feminin.

Dengan demikian, penyatuan antara lingga sebagai organ maskulin dengan yoni yang merupakan simbol organ feminin akan menghasilkan energi penciptaan, yang merupakan dasar dari semua penciptaan.

Baca Juga: Hari ini Ada Pemadaman Listrik di Wonogiri dan Klaten, Ini Jadwal dan Lokasinya

Makna lingga dan yoni yang berkaitan dengan simbol seks juga dijelaskan dalam penelitian M. Dwi Cahyo bertajuk Makna dan Fungsi Simbol Seks dalam Ritus Kesuburan Masa Majapahit.

Energi shakti yang merupakan simbol yoni bernama Uma atau Parwati. Dengan demikian, penyatuan lingga dan yoni dipercaya menghasilkan kekuatan tertinggi.

Lingga dan yoni biasa dipakai dalam ritual pemujaan kepada Dewa Siwa yang dilakukan umat Hindu. Adaun media yang dipakai berbentuk phallus atau kelain laki-laki. Air yang dialirkan pada lingga dan kemudian mengalir pada cerat yoni akan dianggap sebagai air suci dan dapat digunakan untuk ritual keagamaan.

Ritual keagamaan tersebut saat ini jarang ditemukan di Indonesia, namun sangat umum di India.

Meski demikian, pemuja Siwa di India tidak selalu mengamini mereka berhadapan dengan simbol seksual. Pasalnya, mayoritas lingga-yoni tidak digambarkan secara natural sebagai organ seks, melainkan energi penciptaan alam semesta.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait