Pernah Diusir Hingga Dipeluk Pemabuk, Ini Suka Duka Perjalanan Habib Syech Saat Berdakwah

Pencinta selawat Habib Syech atau biasa disebut Syekhermania pun jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 31 Agustus 2021 | 10:23 WIB
Pernah Diusir Hingga Dipeluk Pemabuk, Ini Suka Duka Perjalanan Habib Syech Saat Berdakwah
Syech Abdul Qodir Assegaf atau lebih dikenal Habib Syech. [Solopos.com]

SuaraSurakarta.id - Nama Syech Abdul Qodir Assegaf atau lebih dikenal Habib Syech mungkin sudah tak asing ditelinga masyarakat Indonesia. Salah satu ulama kharismatik ini terkenal lewat suara merdunya ketika melantunkan selawat.

Pria kelahiran Kota Solo ini memang menggunakan selawat sebagai media berdakwahnya.

Pencinta selawat Habib Syech atau biasa disebut Syekhermania pun jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Namun perjalanan dakwah pimpinan grup Ahbaabul Musthofa ternyata tidaklah mudah. Habib Syech pernah mengalami masa-masa sulit saat pertama kali memulai berdakwah.

Baca Juga:ASN Pemkot Solo Jadi Korban Pemerasan, Ini Pesan Gibran

Merangkum salah satu video yang diunggah oleh channel youtube Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Ternyata Habib Syech tak memiliki keinginan menjadi seorang pendakwah saat ini.

Namun karena memiliki garis keturunan dan keinginan orang tua untuk menjadi guru. Habib Syech pun menurutinya. 

"Saya tidak pernah merencanakan (jadi pendakwah) dan ini seperti pemberian dari Allah untuk meneruskan risalah Rasulullah. Tapi rencana ini mungkin sudah diinginkan oleh orangtua, mereka selalu mendoakan saya diberi nama 'Syech' supaya menjadi seorang guru," ucap Habib Syech.

Sebelum dakwah Habib Syech sukses seperti sekarang ini. Ternyata ketika awal-awal Habib Syech berdakwah, ia pernah mendapatkan cacian dari masyarakat.

Bukannya marah, Habib Syech malah merasa senang karena ia mendapat tantangan saat berdakwah.

Baca Juga:Keok 1-2 dari Bhayangkara, Kapten Persiraja: Kami Sudah Kasih yang Terbaik

"Pengalaman berharga saya ketika saya dicaci dan dipeluk oleh orang yang dalam keadaan mabuk. Keadaan seperti itu lebih nikmat, karena saat itu saya senang menghadapi tantangan. Kalau sekarang hampir tidak ada tantangan, disemua tempat saya disambut baik," jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini