"Kasihan kalau warga yang tidak mau diswab. Kan bantuannya hangus, padahal ini sangat dibutuhkan dan untuk beberapa hari," sambungnya.
Diakuinya, sebenarnya memang takut diswab tapi yakin kalau hasilnya negatif.
"Padahal saat pengambilan bantuan sosial tunai (BST) tidak swab langsung mengambil. Tapi ini kenapa ada," imbuh dia.
Sementara itu Camat Gatak, Sumi Rahayu mengatakan jika itu salah satu program testing dari pemerintah.
Baca Juga:PPKM Resmi Diperpanjang Lagi, Ini Aturan Penutupan Jalan di Kota Solo
Karena kalau mau mengundang warga langsung pasti pada tidak mau dan tidak bisa memenuhi target. Akhirnya dibarengkan dengan program pemberian bantuan kepada masyarakat di desa-desa atau pasar.
"Itu bukan harus diswab tapi program testing dengan rapid antigen pemerintah. Ini di semua kelurahan," terangnya.
Sumi mengatakan, sejauh ini hasil dari swab antigen tersebut cukup bagus. Ada yang satu kelurahan dengan 119 warga dan hasilnya negatif.
Ada juga di kelurahan lain yang beberapa warga hasilnya positif dan itu langsung ditangani.
"Dengan ini kita bisa menilai untuk persebarannya tinggi atau tidak. Memang masih ada warga yang takut diswab, edukasi terus kita lakukan," tandas dia.
Baca Juga:Seluruh Wilayah Kalbar PPKM Level 3, Sutarmidji: Sedikit Longgar, Tapi...
Kontributor : Ari Welianto