WHO: Belum ada Data yang Cukup untuk Menyimpulkan Penularan COVID-19 dari ASI

Para pakar meminta para ibu tetap memberikan ASI ke bayinya meski terpapar COVID-19

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 01 Agustus 2021 | 17:10 WIB
WHO: Belum ada Data yang Cukup untuk Menyimpulkan Penularan COVID-19 dari ASI
Ilustrasi ibu menyusui. Para pakar meminta para ibu tetap memberikan ASI ke bayinya meski terpapar COVID-19. (Elements Envato)

Lebih lanjut, anjuran tetap menyusui juga diperuntukkan pada ibu yang sudah divaksin COVID-19. Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini mengatakan, penting memastikan ibu mendapatkan vaksin COVID-19 agar mereka terlindungi dari virus SARS-CoV-2 sehingga mampu mengasuh dan merawat anak mereka.

"Saat ini, dukungan terhadap ibu menyusui sangat dibutuhkan agar ibu dapat memberikan anak-anaknya awal yang terbaik dalam hidup mereka. Untuk itu, kita harus pastikan semua ibu menyusui menerima vaksin COVID-19 agar mereka terlindung dari virus corona sehingga mampu mengasuh dan merawat anaknya," kata dia seperti dikutip dari laman resmi UNICEF Indonesia, Minggu.

Terkait keamanan vaksin, peneliti sekaligus dokter spesialis anak dari WHO, Soumya Swaminathan memastikan tidak ada risiko pada ibu dan bayi usai divaksin karena vaksin yang digunakan saat ini tidak mengandung virus hidup.

"Antibodi yang dimiliki ibu dapat melalui ASI ke bayi dan mungkin hanya berfungsi sedikit untuk melindungi bayi. Tapi sama sekali tidak ada salahnya. Ini sangat aman. Jadi wanita yang sedang menyusui pasti bisa mengambil vaksin yang tersedia saat ini," kata dia.

Baca Juga:Minta Warga Tak Takut Divaksin Covid-19, Aurel Dewanda: Buat Lindungi Orang Tersayang

Hal senada diungkapkan Karleen Gribbe dari Western Sydney University's School of Nursing and Midwifery. Menurut dia, seperti dikuti dari ABC, para peneliti tidak menemukan komplikasi atau efek samping vaksin COVID-19 pada ibu.

Selain itu, tidak ada bukti juga vaksin COVID dapat masuk ke ASI. Namun, bila itu terjadi makan akan dicerna tubuh.

Gribble mencontohkan, vaksin COVID-19 dari Pfizer tidak mengandung virus hidup apa pun. Sebagai gantinya, vaksin mengirimkan molekul RNA pembawa pesan yang menginstruksikan tubuh untuk membangun replika protein spike virus corona. Sistem kekebalan belajar mengenali protein ini dan menghasilkan antibodi untuk melawannya.

Para peneliti di University of California baru-baru ini menguji ASI dari tujuh wanita sebelum dan sesudah mereka menerima vaksin mRNA COVID-19. Mereka tidak menemukan jejak mRNA dalam ASI ibu.

Sementara studi yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan, para peneliti mengatakan hasil temuan mereka memperkuat rekomendasi mRNA tidak ditransfer ke bayi dan ibu menyusui yang menerima vaksin berbasis mRNA COVID-19 tidak boleh berhenti menyusui.

Baca Juga:Dua Harimau di Taman Ragunan Terpapar Covid-19, Sempat Flu dan Sesak Napas

Selain vaksinasi COVID yang menawarkan perlindungan bagi wanita menyusui, penelitian menunjukkan vaksin tersebut mungkin juga memiliki beberapa manfaat bagi bayi mereka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini