facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Unik! Bunga Kamboja Jadi Nama Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten, Ini Asal Usulnya

Budi Arista Romadhoni Senin, 28 Juni 2021 | 11:58 WIB

Unik! Bunga Kamboja Jadi Nama Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten, Ini Asal Usulnya
Tim Dukungan Satgas Penanganan Covid-19 Klaten memakamkan salah satu jenazah, Kamis (7/1/2021). [Taufiq Sidik Prakoso/Solopos]

Tim pemakaman jenazah Covid-19 di Klaten ini memiliki nama unik, yaitu bunga kamboja

SuaraSurakarta.id - Relawan pemakaman jenazah Covid-19 jarang diperhatikan masyarakat. Padahal mereka adalah orang-orang yang beresiko terpapar virus Corona. 

Di Kabuparen Klaten terdapat julukan unik bagi petugas pemakaman jenazah Covid-19. Yaitu Tim Kubur Cepat Kamboja Klaten. 

Dilansir dari Solopos.com, penamaan tim kubur cepat jenazah Covid-19 di Klaten sengaja menggunakan kamboja karena tanaman/bunga tersebut biasa ditemukan di setiap tempat permakaman umum (TPU).

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Tim Kubur Cepat Kamboja Klaten sekaligus Wakil Komandan Bidang Organisasi Search and Rescue (SAR) Klaten, Sasongko Agung Wibowo, saat ditemui wartawan di Markas SAR Klaten, Sabtu (26/6/2021).

Baca Juga: Angka Kematian Naik, Pesan Sopir Ambulans ke Warga: Jangan Takabur, COVID-19 Itu Ada

Untuk diketahui, bunga kamboja sering disebut juga bunga semboja. Tanaman kamboja sendiri tergolong tumbuhan dalam marga plumeria. Bunga kamboja memiliki aroma harum yang khas. Mahkota kamboja berwarna putih hingga merah keunguan.

"Ya, nama tim ini ada kambojanya. Soalnya, kamboja memang sering ditemukan di makam-makam," kata dia.

Sasongko mengatakan jumlah personel Tim Kubur Cepat Kamboja Klaten mencapai 300 orang-400 orang. Jumlah itu tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Bersinar.

Hingga sekarang, keanggotaan tim kubur cepat juga sudah menyasar ke sukarelawan di tingkat desa.

"Sukarelawan desa dikerahkan juga untuk mendukung tim ini. Kalau latar belakang yang masuk tim di sini bermacam-macam. Ada yang dari tukang becak, pedagang di angkringan, buruh bangunan, buruh pabrik, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri," katanya.

Baca Juga: Cerita Sopir Ambulans Jadi Garda Terakhir COVID-19: Gak Ada Sukanya, Duka Semua

Tren Pemakaman Stabil Tinggi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait