alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Usai Ditemukan Klaster Lamaran di Sregan, Warga Desa Brangkal Bakal Dites Swab Massal

Budi Arista Romadhoni Kamis, 10 Juni 2021 | 16:42 WIB

Usai Ditemukan Klaster Lamaran di Sregan, Warga Desa Brangkal Bakal Dites Swab Massal
Ilustrasi klaster lamaran ditemukan di Kabupatan Sragen, puluhan orang terpapar Covid-19. (Elements Envato)

Swab massal bakal dilakukan kepada warga desa Brangkal Sragen usai ditemukannya klaster Covid-19 dari kegiatan acara lamaran

SuaraSurakarta.id - Klaster lamaran ditemukan di Kabupaten Sragen. Dari klaster itu, 12 orang terpapar Covid-19 dan satu orang dinyatakan meninggal karena virus Corona. 

Dilansir dari Solopos.com, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menyebut jumlah warga Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Sragen, yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster lamaran ke Wonogiri berpotensi bertambah.

Atas dasar itu, Satgas Penanggulangan Covid-19 di Sragen bakal menggelar tes swab massal di Desa Brangkal, pada Jumat (11/6/2021).

“Besok [Jumat] pagi kami lakukan swab massal di Desa Brangkal. Ada dua RT yang disinyalir akan menjadi bagian dari klaster [lamaran]. Kami berharap hasilnya baik,” ujar Kapolres saat ditemui wartawan di Mapolres Sragen, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Klaster Lamaran di Sragen, Satu Orang Meninggal Usai Bepergian dari Wonogiri

Kapolres mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, terkait ajakan kepada warga yang positif corona untuk menjalani isolasi mandiri secara terpusat di Gedung Technopark Ganesha Sukowati.

Demi menghindari potensi persebaran virus yang tidak terkendali, Pemkab Sragen tidak mengizinkan warga yang positif corona mengikuti isolasi mandiri di rumah. Hal itu termasuk warga Brangkal, Gemolong, Sragen, yang positif corona dari klaster lamaran.

Isolasi Mandiri Terpusat

“Keuntungan bisa lakukan isolasi secara terpusat di Technopark, kesehatan warga akan termonitor. Mereka dalam penjagaan ketat. Mereka dibagi tiap klaster dan tidak tersebar. Covid-19 mungkin akan sulit dihilangkan. Tapi, yang terpenting bagaimana kita bisa mengendalikan persebarannya dengan cara isolasi mandiri secara terpusat di Technopark,” papar Yuswanto Ardi.

Saat ini, terdapat 12 warga Brangkal yang positif corona. Mereka masuk dalam klaster lamaran calon pengantin ke salah satu wilayah di Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga: Kisah Tukang Cukur di Sragen Batal ke Tanah Suci: Haji Itu Panggilan Allah

Saat ini, sebagian besar dari mereka sudah menjalani isolasi mandiri di Gedung Technopark. Hanya ada satu warga yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit Gemolong.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait