alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Studi: 80 Persen Kesehatan Mental Anak Muda Menurun Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi Senin, 15 Maret 2021 | 18:28 WIB

Studi: 80 Persen Kesehatan Mental Anak Muda Menurun Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi, gejala kesehatan mental saat pandemi. (Envato)

Pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik tapi juga kesehatan mental, khususnya pada kaum muda.

SuaraSurakarta.id - Pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik tapi juga kesehatan mental, khususnya pada kaum muda.

Hal ini terungkap dari data laporan yang dikeluarkan Global Risks Report 2021 yang menyatakan 80 persen kesehatan mental anak muda di dunia menurun selama pandemi.

Sayangnya kenyataan ini diperparah dengan terabaikannya kondisi mereka oleh banyak pihak, termasuk lingkungan keluarga hingga pemerintah.

Laporan ini yang diterbitkan World Ecnonomic Forum (WEF) bekerjasama dengan Zurich Insurance Group (Zurich) ini, juga selaras dengan data telemedicine Halodoc yang mencatat kebutuhan layanan mental meningkat hingga 300 persen selama pandemi.

Baca Juga: Meghan Markle Dilarang Cari Bantuan Profesional untuk Kesehatan Mentalnya

Lonjakan drastis tersebut pun membuat layanan konsultasi kesehatan mental menjadi satu dari lima layanan konsultasi yang paling banyak digunakan pasien.

"Tahun ini, kami menemukan bahwa pandemi telah menghadapkan generasi muda di seluruh dunia pada tantangan yang sangat besar, dan tanpa terkecuali generasi muda di Indonesia," ujar Hassan Karim, Direktur Utama Adira Insurance, bagian dari Zurich Group, lewat keterangannya, Senin (15/3/2021).

Masa depan ekonomi dan akses pendidikan yang terbatas, jadi dua hal penyebab banyaknya anak muda yang mengalami gangguan mental.

Generasi muda yang seharusnya akan masuk dunia kerja, justru mendapat hantaman keras karena pandemi. Jangankan untuk melamar pekerjaan, banyak perusahaan yang memutus hubungan kerja (PHK) karyawannya juga memicu kekhawatiran.

Pelajar yang baru lulus dan mulai memasuki dunia kerja di tengah krisis ekonomi cenderung berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan kerja mereka lainnya.

Baca Juga: Biaya Haji Bakal Naik, Menag Minta Sinkronisasi Prokes dengan Transportasi

Bahkan, menganggur selama satu bulan pada usia 18 hingga 20 tahun diprediksi dapat menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar dua persen secara permanen di masa mendatang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait