Trenyuh! Tinggal Sekitar Bak Sampah, Pemulung Buta Ini Kehilangan Suami

"Saat meninggal, mbah putri ada di sampingnya. Namun karena buta, tuli, dan sulit untuk berjalan jadi kemungkinan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Suprapto.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 26 Januari 2021 | 19:32 WIB
Trenyuh! Tinggal Sekitar Bak Sampah, Pemulung Buta Ini Kehilangan Suami
Kondisi nenek Supadmi yang tinggal di sekitar bak sampah di Pasar Palur, Karanganyar.(Suara.com/istimewa)
Kondisi nenek tempat tinggal sepasang kekasih Janto dan Supadmi di sekitar bak sampah Pasar Palur, Karanganyar.(Suara.com/istimewa)
Kondisi nenek tempat tinggal sepasang kekasih Janto dan Supadmi di sekitar bak sampah Pasar Palur, Karanganyar.(Suara.com/istimewa)

Tukang Sapu Pasar

Prapto yang juga anggota DPRD Karanganyar itu menambahkan, Janto dan istrinya sudahh lama tinggal di kawasan pasar tersebut. Sehingga, lanjut dia, sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh masyarakat sekitar.

Bahkan Janto disebutnya sempat bekerja sebagai tukang sapu di Pasar Palur. Namun karena faktor usia, Janto akhirnya tak lagi bekerja dan menjadi pemulung.

Karena iba, banyak warga sekitar yang sering memberi bantuan kepada keduanya. Selain makan, warga juga memberikaan bantuan dan rezeki lainnya.

Baca Juga:Tak Terima Difoto Saat Terima Sembako, Pemulung Ini Tepis Ponsel Donatur

"Mbah kakung memang sudah lama tinggal di situ, bahkan sebelum pasar itu direnovasi. Sehingga warga sekitar sudah akrab dan memang orangnya baik," ucap Prapto.

Dibawa ke Rumah Sakit

Dia menambahkan, saat ini Supadmi sudah dibawa ke RSUD Dr Moewardi untuk menjalani perawatan. Kemungkinan besar, sang nenek akan kembali tinggal di lokasi awal mengingat di Kabupaten Karanganyar belum memiliki panti jompo.

 "Tadi dari pihak Dinas Sosial dan Dinas Perdagangan Karanganyar sudah datang untuk cek dan memberikan perhatian. Sekarang biar mbah putri kondisinya pulih dulu dan keluar dari rumah sakit," kata dia.

"Kami dari warga memang sudah berdiskusi bagaimana nantinya jika sudah keluar dari rumah sakit. Kemungkinan tetap tinggal di Palur, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari bisa dibantu masyarakat sekitar," pungkas Prapto.

Baca Juga:Kisah PKL Karanganyar, Jual TV untuk Bertahan Hidup Selama PPKM

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini